BKG

Himawan, AdityaVebi (2011) Pengaruh temperatur lingkungan terhadap laju pendinginan dan distribusi kekerasan hasil pengelasan baja tidak sejenis. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Tungsten inert gas welding ( TIG ) adalah jenis las listrik yang menggunakan bahan tungsten sebagai elektroda tidak terkonsumsi. Elektroda ini digunakan hanya untuk menghasilkan busur nyala listrik. dalam proses pengelasan austenitic stainless steel sering digunakan tungsten inert gas ( TIG ) karena memliki keuntungan yaitu daerah pengaruh panas kecil sehingga pengaruh panas pengelasan pada logam induk hanya terbatas pada sekitar sambungan. Karena logam di sekitar lasan mengalami siklus termal cepat yang menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan struktur metal dan deformasi. Di mana pada pendinginan lambat dari 680°C ke 480°C pada austenitic stainless steel akan terbentuk karbid khrom yang mengendap diantara butir yang menyebabkan penurunan sifat tahan karat dan sifat mekaniknya. Salah satu cara untuk mengurangi nilai masukan panas ( heat input ) yang menyebabkan pendinginan lambat setelah proses pengelasan adalah dengan mengurangi besarnya kuat arus pengelasan. Austenitic stainless steel merupakan material non magnetic, sifat mampu las yang baik sekali, tahan korosi yang baik sekali dan tidak dapat dikeraskan pada proses perlakuan panas. Pada penelitian ini dilakukan proses pengelasan austenitic stainless steel dengan TIG yang bertujuan untuk menyambung austenitic stainless steel . Pada proses pengelasan ini dilakukan lima variasi kuat arus pengelasan yaitu 100A, 110A, 120A, 130A, 140A untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kekuatan tarik. Bahan yang dilas adalah plat austenitic stainless steel 304 tebal 5 mm dengan kawat elektroda wolfram berdiameter 2,6 mm dan filler metal ER 308L yang dilas pada posisi flat position menggunakan las TIG . Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat arus pengelasan berpengaruh terhadap kekuatan tarik pada austenitic stainless steel . Dari uji tarik pada kuat arus pengelasan 140A kekuatan tarik maksimum rata-ratanya hanya 642,13 N/mm² itu di karena kan pendinginan yang lebih lambat yang menyebabkan karbid khrom yang terbentuk di antara butir lebih banyak sehingga kekuatan tarik lebih rendah dibandingkan dengan kuat arus pengelasan 100A yang kekuatan tarik maksimum rata-ratanya 706,66 N/mm², maka grafik menunjukkan penurunan kekuatan tarik pada kuat arus pengelasan 100A sampai 140A.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2011/131/ 05110184
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/140665
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item