BKG

Santoso, DwiBudi (2011) Pengaruh Variasi Sudut Penyalaan terhadap Unjuk Kerja Motor Bensin Empat Langkah dengan Penambahan Uap Gliserol. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Seiring dengan pertumbuhan penduduk dan pesatnya perkembangan teknologi menyebabkan kebutuhan akan sumber energi semakin besar, sehingga persediaan sumber daya alam fosil semakin menipis, membuat orang untuk menggunakan energi seminimal mungkin dan seefisien mungkin. Hal ini disebabkan karena energi sudah menjadi kebutuhan pokok yang sangat penting peranannya dalam kelangsungan hidup manusia. Sampai saat ini penggunaan sumber energi terbesar masih bertumpu pada bahan bakar yang berasal dari fosil ( minyak bumi, gas alam, dan batu bara), namun bahan bakar yang berasal dari fosil tidak dapat diperbaharui ( unrenewable ) sehingga pada era sekarang ini cadangan bahan bakar yang berasal dari fosil semakin menipis sedangkan kebutuhan energi semakin meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi sudut penyalaan terhadap unjuk kerja motor bensin empat langkah dengan penambahan uap gliserol. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimental semu ( Quasi Experimental Research ), dimana mesin diuji dalam kondisi tidak berpindah tempat. Metode ini dilakukan dengan cara membandingkan unjuk kerja mesin yang meliputi torsi (T), daya efektif (Ne), konsumsi bahan bakar spesifik efektif (SFCe), dan efisiensi termal efektif (η te ), serta emisi gas CO dan gas HC pada mesin Otto empat langkah dengan menggunakan bahan bakar bensin dan penambahan gliserol dengan memvariasikan sudut penyalaannya 27°, 31°, 35°, 39°, 42° sebelum TMA. Dari hasil dan pembahasan pengujian pengaruh variasi sudut penyalaan terhadap unjuk kerja dan emisi gas buang motor bensin empat langkah dengan penambahan uap gliserol, dapat diambil kesimpulan bahwea perubahan sudut penyalaan berpengaruh pada unjuk kerja motor bensin empat langkan dengan penambahan uap gliserol. Penyalaan yang semakin menjauhi TMA, sampai 39° sebelum TMA, maka unjuk kerja yang dihasilkan meningkat, meliputi torsi, daya efektif, konsumsi bahan bakar spesifik efektif, efisiensi termal efektif, dan emisi gas CO dan HC. Jika sudut penyalaan lebih besar dari 39°, maka unjuk kerja yang dihasilkan akan menurun.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2010/746/ 051102181
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/140613
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item