BKG

BimaBuanaTD, (2010) Pengaruh Variasi Kekentalan Media Pendingin Oli Pada Proses Solution Treatment Terhadap Konduktivitas Termal Paduan Aluminium. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Dalam perkembangan industri saat ini logam masih memegang peranan yang sangat penting. Penggunaan material pada sektor industri tidak hanya terpaku pada satu atau dua jenis material saja, akan tetapi banyak jenis material yang digunakan sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Oleh karena itu banyak dilakukan penelitian pada material agar tercipta material baru dengan spesifikasi khusus dengan peningkatan sifatsifat yang lebih menguntungkan. Paduan aluminium tembaga adalah material non – ferrous dengan kelebihan utama adalah tahan korosi, dan memiliki koefisien konduktivitas termal yang tinggi. Untuk itu diperlukan suatu proses untuk meningkatkannya yaitu dengan proses perlakuan panas. Solution treatment merupakan suatu proses perlakuan panas yang bertujuan untuk meningkatkan kekerasan paduan aluminium . Proses solution treatment terdiri dari pemanasan terhadap suatu paduan aluminium hingga mendekati titik lebur paduan tersebut, setelah pemanasan kemudian ditahan (holding) selama 5 – 20 menit setelah itu baru dilakukan pendinginan cepat ( quenching ). Oli merupakan salah satu media pendingin selain air, yang digunakan pada proses perlakuan panas. Media pendingin oli sering digunakan pada material ferrous untuk memperoleh kekerasan yang maksimal dan menghindari terjadinya korosi. Konduktivitas termal adalah kemampuan suatu bahan untuk menghantarkan atau mentransfer energi termal (watt) satu (meter) panjang bahan yang dilewati setiap beda temperatur 1 (ºC) . Energi termal dipindahkan melalui tabrakan antar elektron valensi , pemanasan menyebabkan energi kinetik pada elektron valensi meningkat sehingga terjadi tabrakan antar elektron tersebut yang membawa momentum dan energi panas. Aluminium adalah logam yang memiliki nomor atom 13, yang berarti ada 3 elektron valensi pada orbit terluar. Elektron valensi itulah yang jika diberi energi (panas) akan bergetar sehingga terjadi energi kinetik pada elektron, dengan bergetarnya elektron tersebut maka energi (panas) akan terhantar. Dalam penelitian ini jenis aluminium yang digunakan adalah seri 2xxx, adalah salah satu paduan aluminium yang unsur paduan utamanya adalah tembaga. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental nyata dengan variasi kekentalan oli sebagai media pendinginnya. Setelah spesimen diberi perlakuan panas paduan aluminium tersebut kemudian dilakukan pengujian konduktivitas termal menggunakan alat Thermal Conductivity Measurring Apparatus. Hasil dari variasi kekentalan media pendingin oli dan waktu aging menunjukan bahwa semakin tinggi kekentalan oli konduktivitas termal juga meningkat. Nilai rata - rata konduktivitas termal tertinggi dihasilkan oleh kekentalan oli 1874,5 cps (SAE 90) dan waktu aging 8 hari, yaitu sebesar 323,60 (Watt/m.ºC). Sedangkan nilai rata - rata konduktivitas termal terendah dihasilkan oleh spesimen tanpa perlakuan panas Solution treatment yaitu 211,33 (Watt/m.ºC) dan spesimen dengan perlakuan panas dan kekentalan oli 112,5 cps ( SAE 10) waktu aging 4 hari, yaitu sebesar 255,58 (Watt/m.ºC).

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2010/595/051003406
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/140500
Text
051003406.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item