BKG

MohFajarJamaluddin, (2010) Pengaruh Penambahan Medan Magnet dan Temperatur Penuangan pada Pengecoran Sentrifugal terhadap Kekuatan Tarik Aluminium Paduan (Al-Si-Mg). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Aluminium cukup diminati dalam penggunaan teknologi pengecoran. Berbagai metode dikembangkan untuk mendapatkan produk pengecoran yang lebih baik dari yang sudah ada salah satunya yaitu pengecoran sentrifugal. Pengecoran sentrifugal adalah suatu cara pengecoran di mana cetakan diputar dan logam cair dituangkan ke dalamnya, sehingga logam cair tertekan oleh gaya sentrifugal dan kemudian membeku. Kelebihan dari pengecoran sentrifugal antara lain digunakan untuk pembuatan coran berbentuk silinder dengan produktivitas yang tinggi, serta kualitas hasil coran yang baik. Penelitian proses sentrifugal konvensional pada perkembangannya terus ditingkatkan untuk mendapatkan produk coran yang berkualitas. Salah satunya peningkatan sifat mekanis dari hasil coran dengan metode penambahan medan magnet. Gaya elektromagnetik yang dihasilkan dari medan magnet dan putaran cetakan mampu mempengaruhi sifat perilaku material bahan ketika dilakukan proses pengecoran. Laju pengintian struktur butiran logam yang dihasilkan semakin tinggi. Disamping itu berbagai aplikasi temperatur penuangan digunakan untuk memperoleh hasil kekuatan tarik yang optimum. Semakin tinggi temperatur struktur butiran logam yang dihasilkan akan semakin kecil. Sturktur butiran yang semakin kecil dan halus maka kekuatan tariknya akan semakin besar. Parameter medan magnet dan temperatur penuangan yang digunakan menjadi faktor penting pada peningkatan sifat mekanis logam hasil coran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi penambahan medan magnet dan temperatur penuangan terhadap kekuatan tarik hasil pengecoran sentrifugal aluminium paduan (Al-Si-Mg). Penelitian ini menggunakan metode ekperimen nyata dengan parameter yang dipakai adalah variasi besar medan magnet 0 mT; 0,162 mT; 0,181 mT; 0,358 mT dan temperatur penuangan 700°C, 800°C, 900°C, 1000°C. Parameter temperatur penuangan yang digunakan sama dengan temperatur peleburan logam coran. Proses penuangan dilakukan pada cetakan berputar dengan kecepatan putar 1200 rpm. Induksi medan magnet dilakukan pada cetakan berputar selama proses penuangan setelah itu dilakukan pembongkaran cetakan, kemudian hasil coran dibersihkan. Hasil coran kemudian dibubut menjadi spesimen uji tarik sesuai standar ASTM B 557M. Setelah diuji kekuatan tarik data yang diperoleh kemudian diolah dengan menggunakan analisis statistik dan teoritis. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa penambahan medan magnet dan temperatur penuangan mampu meningkatkan kekuatan tarik logam hasil coran. Hal ini terjadi pada kondisi temperatur penuangan 700 °C, 800 °C, 900 °C. Kecenderungan kekuatan tarik menurun pada temperatur 1000 °C seiring penambahan medan magnet. Nilai kekuatan tarik rata-rata tertinggi diperoleh pada penambahan medan magnet 0,358 mT dengan temperatur penuangan logam 900 °C sebesar 142,6471 N/mm 2 .

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2010/5/051000256
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/140413
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item