BKG

FebriyantiIndahSari, (2010) Analisa Tegangan Knuckle Kopler Kereta Api Menggunakan Metode Elemen Hingga. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kereta api merupakan salah satu alat transportasi darat yang sering digunakan. Unit yang ada dalam rangkaian kereta api adalah lokomotif dan gerbong kereta. Kopler merupakan komponen kereta api yang menghubungkan lokomotif dan gerbong kereta. Kopler berfungsi untuk menarik rangkaian kereta api pada saat ditarik oleh lokomotif dan berfungsi sebagai alat tolak pada saat kereta api didorong oleh lokomotif. Kopler kereta api terdiri dari beberapa bagian yaitu knuckle , knuckle pin , coupler shank , dan draft key slot . Knuckle kopler merupakan salah satu bagian dari kopler yang paling sering mendapatkan beban karena menghubungkan langsung antara dua kopler. Shock load dapat merusak suatu komponen apabila logam tersebut tidak mampu menahannya. Pada kasus knuckle kopler kereta api, shock load biasa terjadi pada saat lokomotif secara tiba-tiba menarik gerbong dengan beban yang besar dan pada saat kereta api melakukan pengereman saat kecepatan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tegangan yang terjadi pada knuckle kopler kereta api yang mengalami s hock load . Diketahuinya besar tegangan ini dapat menentukan konsentrasi tegangan terbesar, faktor keamanan dan umur knuckle kopler kereta api sehingga dapat menjadi acuan untuk meningkatkan keamanan dari knuckle kopler kereta api tersebut. Dengan mengetahui besar tegangan kritis dan tingkat keamanan, maka bisa sebagai evaluasi untuk menentukan pemilihan bahan yang cocok digunakan pada knuckle kopler kereta api. Penelitian ini menggunakan shock load maksimal yaitu pada saat gradient tertinggi sebesar 40 00 0 . Analisa distribusi tegangan yang dilakukan disini dengan menggunakan metode elemen hingga dan dibantu dengan software komputer yang berbasis elemen hingga. Dari penelitian disimpulkan bahwa tegangan terbesar terletak pada penampang knuckle yang paling dekat dengan lubang knuckle pin . Adapun tegangan terbesar yang diperoleh adalah sebesar 5.3964 x 10 8 Pa. Pada penampang yang memiliki tegangan terbesar menghasilkan safety factor paling kecil dibandingkan dengan penampang lainnya, yaitu sebesar 1.2786, sehingga memiliki umur paling pendek yaitu selama 1183.2 siklus.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2010/457/051002656
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/140394
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item