BKG

NurMuhamadFuad, (2009) Pengaruh Sudut Chamfer terhadap Kekuatan Impak Sambungan Las Gesek pada Paduan Aluminium AA6061,. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Aluminium banyak dipakai dalam pembuatan komponen-komponen permesinan, memiliki beberapa kesulitan dalam proses pengelasannya. Hal ini dikarenakan sifatnya dalam penyerapan panas, sehingga sulit terjadi pemanasan daerah lasan saat dilakukan pengelasan dengan menggunakan fusion welding (pengelasan cair). Salah satu metode yang bisa dipakai dalam pengelasan Aluminium adalah pengelasan gesek yang merupakan salah satu metode penyambungan material dengan memanfaatkan panas dari gesekan antara permukaan dua material. Penyambungan material terjadi akibat adanya panas yang timbul dari gesekan antara material yang diputar dan di lain sisi material diberi tekanan dengan gaya tertentu. Penggunaan sudut chamfer pada sisi kontak spesimen pengelasan gesek memberikan perbedaan terhadap besarnya masukan panas dan berpengaruh terhadap kekuatan impak sambungan las gesek yang terbentuk. Permasalahan yang akan diteliti adalah bagaimana pengaruh sudut chamfer terhadap kekuatan impak sambungan las gesek pada paduan Aluminium AA6061. Hasil yang diperoleh akan memberikan kemudahan untuk menentukan seberapa besar sudut chamfer yang sesuai untuk menghasilkan kekuatan impak sambungan las gesek dari suatu komponen permesinan yang akan dibuat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen nyata dengan parameter yang dipakai adalah besar sudut chamfer 0 o (dianggap tanpa sudut chamfer ), 15 o , 22.5 o , 30 o , 45 o , 60 o , dan 75 o sebagai variabel bebas, kekuatan impak sambungan sebagai variabel terikat dan variabel terkendali yang digunakan adalah putaran 1600 rpm, gaya tekan pengelasan 156.8 kgf, waktu pengelasan 2 menit, dan holding time 2 menit. Data yang diperoleh diolah menggunakan analisis statistik dan teoritis. Dari hasil percobaan menunjukkan bahwa sudut chamfer berpengaruh nyata terhadap kekuatan impak sambungan las gesek. Kekuatan impak rata-rata tertinggi yang dapat dicapai pada sudut chamfer 15 o yaitu 336.04 N.mm/mm 2 . Hal ini menunjukkan peningkatan yang berarti jika dibandingkan pengelasan yang dilakukan tanpa adanya sudut chamfer yang mana nilai kekuatan impak rata-ratanya paling rendah yaitu hanya sebesar 146.5 N.mm/mm 2 . Penggunaan sudut chamfer akan menghasilkan sambungan yang berbeda, ditinjau dari foto makrostrukturnya, kekuatan impak sambungan dipengaruhi oleh sempitnya luasan daerah HAZ yang dihasilkan, sedikit adanya porositas, dan besarnya luasan daerah fully plasticized .

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2009/73/050900713
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/140255
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item