BKG

AndriasRahmanWimada, (2009) Pengaruh Temperatur Pemanasan Awal Cetakan terhadap Cacat Permukaan Aluminium Paduan Al-Si-Mg Hasil Pengecoran Sentrifugal. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Aluminium cukup banyak digunakan sebagai bahan baku dalam bidang permesinan. Aluminium juga banyak digunakan sebagai bahan baku proses pengecoran, salah satunya dengan proses pengecoran sentrifugal. Pengecoran sentrifugal adalah suatu metode pengecoran logam dengan cara menuangkan logam cair ke dalam cetakan yang berputar dengan kecepatan tertentu. Pengecoran sentrifugal dapat diaplikasikan untuk pembuatan pipa air, selubung silinder, poros berlubang, bantalan luncur, dan lain-lain. Dalam pengecoran sentrifugal banyak sekali faktor yang dapat menyebabkan keberhasilan atau kegagalan dalam proses pengecoran antara lain kecepatan putar, temperatur penuangan, dan lain sebagainya. Pada proses pengecoran logam sering terjadi cacat permukaan blowholes dan pinholes . Cacat ini disebabkan karena gas-gas yang terbawa dan terjebak dalam logam cair ketika proses pencairan dan terserap selama proses penuangan pada proses pengecoran. Cacat blowholes dan pinholes sangat merugikan karena cacat dengan kedalaman dan jumlah yang besar akan memerlukan finishing yang cukup banyak membuang material. Prinsip dari pemanasan awal cetakan adalah memberikan panas pada cetakan sampai dengan temperatur tertentu sebelum dilakukan proses penuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur pemanasan awal cetakan terhadap cacat permukaan ( blowholes dan pinholes ) aluminium paduan Al-Si-Mg hasil pengecoran sentrifugal dengan memvariasikan temperatur pemanasan awal cetakan yaitu 50ºC, 100ºC, 200ºC, 300ºC, 400ºC. Dengan menggunakan temperatur penuangan 800ºC dan untuk kecepatan putar cetakan 1450 rpm. Pertama-tama melakukan peleburan aluminium, setelah cetakan dipasang dilakukan pengaturan kecepatan putar cetakan yang telah ditentukan, kemudian cetakan dipanasi hingga temperatur yang diinginkan. Setelah semuanya selesai dilakukan, panas yang diberikan pada cetakan dihentikan dan kemudian dilakukan proses penuangan. Cetakan diputar selama ±120 detik setelah itu dilakukan pendinginan lalu pembongkaran cetakan, kemudian hasil coran dibersihkan dan dilakukan proses pengambilan data dengan menggunakan metode pemeriksaan rupa. Metode pemeriksaan rupa ini digunakan untuk meneliti cacat yang terjadi pada permukaan luar produk hasil coran di mana kebanyakan cacat pada coran dapat diteliti dengan pemeriksaan ini. Pemeriksaan rupa dilakukan dengan penglihatan menggunakan alat kaca pembesar. Data yang diperoleh kemudian diolah dengan menggunakan analisis statistik dan teoritis. Hasil dari penelitian ini didapatkan cacat permukaan luar ( blowholes dan pinholes ) paling minimum yaitu pada temperatur pemanasan awal cetakan 400ºC. Hal ini disebabkan berkurangnya gradient temperatur antara temperatur logam cair dengan temperatur cetakan yang menjaga fluiditas logam cair sehingga dapat memenuhi seluruh rongga cetakan sebelum proses pembekuan terutama yang jauh dari saluran masuk. Proses pembekuan akan menjadi lebih lambat sehingga gas-gas penyebab cacat permukaan yang terjebak dalam logam cair akan terurai.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2009/608/051000207
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/140215
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item