BKG

RudiHermawanCaturPutra, (2009) Pengaruh Silane Treatment Pada Serat Serabut Kelapa Terhadap Kekuatan Tarik Komposit Matriks Polypropylene,. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Biokomposit terdiri dari dua komponen yaitu serat alami sebagai penguat dan matriks. Kelebihan dari serat alami ( biofiber ) untuk dijadikan filler pada komposit diantaranya adalah harga yang murah dan densitas yang kecil. Contoh dari serat alami ini adalah serabut kelapa. Indonesia merupakan penghasil kelapa terbesar tahun 2002 (Asian and Pasific Coconut Community, 2002) . Serabut kelapa sendiri menurut Rout.,J (2001) mempunyai daya tahan yang tinggi sehingga cocok untuk dijadikan bahan baku material. Sedangkan untuk matriksnya, polypropylene merupakan resin yang dapat di daur ulang secara termal sehingga ramah lingkungan. Untuk mendapatkan kekuatan tarik komposit maksimum perlu diketahui pengaruh perbandingan fraksi volume serat dengan matriks. Ada beberapa kelemahan serat alami dalam penggunaannya sebagai filler biokomposit yaitu daya serap kelembaban yang tinggi dan kurangnya adhesi antara serat dan matriks (Rout.,J ,2001) yang dapat menyebakan kekuatan tarik menurun. Salah satu metode untuk memperbaiki sifat fisik serat tersebut adalah sliane treatment . Metode ini merupakan perlakuan kimia yang dilakukan pada serat dengan menggunakan larutan silane . Perlakuan kimia ini bertujuan untuk meningkatkan daya ikat antara serat dan matriks. Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh fraksi volume dan silane treatment pada serat serabut kelapa terhadap kekuatan tarik komposit matriks polypropylene. Dalam penelitian ini variasi perlakuan yang digunakan yaitu tanpa perlakuan ( untreatment ) dan dengan perlakuan (silane treatment) . Untuk perbandingan fraksi volume (dalam %) antara serat serabut kelapa dan polypropylene yang digunakan adalah 0:100, 10:90, 20:80, 30:70, 40:60, dan 50:50. Dimensi serat serabut kelapa yang digunakan memiliki ukuran diameter 280-315 Cm dan panjang 5 mm. Proses pencetakan komposit menggunakan proses injection molding dengan tekanan injeksi 7,5 bar dan temperatur injeksi 190 °C Dari hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukan bahwa kekuatan tarik komposit mengalami peningkatan dengan bertambahnya fraksi volume serat serabut kelapa mulai 10 % sampai 30 % selanjutnya mengalami penurunan apabila fraksi volume serat serabut kelapa ditambah hingga 50 %. Kekuatan tarik komposit rata-rata tertinggi dicapai pada fraksi volume serat serabut kelapa yang diberi silane treatment 30 % sebesar 77,64 N/mm 2 . Presentase kenaikan kekuatan tarik setelah diberi perlakuan adalah sekitar 12% dari sebelum diberikan perlakuan kimia silane treatment .

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2009/42/050900500
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/140009
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item