BKG

JaenalArifin, (2009) Pengaruh Prosentase Natrium Metoksida Dan Temperatur Transesterifikasi Minyak Ikan Terhadap Sifat Fisik Minyak Bakar. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kelangkaan bahan bakar fosil tak terbarukan menyebabkan semakin menipisnya cadangan minyak dunia, salah satu contohnya adalah minyak tanah ( kerosene ), sedangkan bahan bakar minyak tanah di masyarakat masih sangat dibutuhkan dan merasa lebih aman menggunakannya. Salah satu solusinya adalah dengan menciptakan suatu bahan bakar alternatif berbahan baku terbarukan yang dapat menggantikan posisi minyak tanah. Dalam penelitian ini dilakukan pembuatan minyak bakar dari bahan baku minyak ikan melalui proses transesterifikasi dengan alkohol (metanol) dan katalis sebagai pemercepat reaksi yang bertujuan untuk membuat minyak bakar fish oil yang dapat dikomersilkan. Minyak berasal dari ekstraksi ikan lemuru ( Sardinella longiceps ), karena ikan jenis ini merupakan ikan berlemak ( fatty fish ) dan sangat banyak ditemukan diperairan Indonesia, selain itu ikan jenis ini kurang mendapat perhatian dari pemerintah karena mudah mengalami penurunan mutu sehingga sering dibuang atau beserakan khususnya di daerah tempat pelelangan ikan, namun masih terkandung banyak minyak didalamnya. Proses transesterifikasi diterapkan untuk mengubah minyak ikan (trigliserida) menjadi metil ester (minyak bakar) dengan mencampurkan alkohol. Diharapkan kualitasnya tidak beda jauh dengan minyak tanah, sehingga dilakukan variasi prosentase NaOCH 3 dan temperatur pada transesterifikasi lalu menguji sifat fisik minyak bakar fish oil yaitu massa jenis, titik nyala dan nilai kalor bawah (LHV) yang dibuat tiap variasinya. Variabel yang dipelajari adalah prosentase NaOCH 3 dan temperatur proses transesterifikasi yakni (0,5%; 0,75%; 1% dan 1,25%) dan (20°C, 40°C, 60°C dan 80°C). Setelah menemukan variasi terbaik (LHV tertinggi), kemudian melakukan perbandingan karakteristik kompor sumbu yang menggunakan bahan bakar minyak bakar fish oil dan minyak tanah dengan memvariasikan tinggi sumbu. Hasil dari variasi prosentase NaOCH 3 dan temperatur transesterifikasi minyak ikan menunjukkan variasi terbaik terdapat pada prosentase NaOCH 3 sebesar 1% dan temperatur proses transesterifikasi 60°C, yaitu massa jenis 0,8872 gr/cm 3 , flash point 35,5°C dan LHV 9801,30 cal/gr. Dan penggunaan minyak bakar fish oil tersebut pada pengujian kompor sumbu juga menunjukkan karakteristik kompor sumbu yang cukup baik, dengan efisiensi konversi energi dan efisiensi pemasakan tertinggi yang dihasilkan yaitu 65,32% dan 44,89%. Sedangkan untuk minyak tanah konversi energi dan efisiensi pemasakan tertinggi yang dihasilkan yaitu 72,38% dan 55,91%

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2009/370/050902676
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/139958
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item