BKG

HennySeptioriniWahyudi, (2009) Pengukuran Kinerja Perusahaan dengan Metode Balanced Scorecard di PT. Holcim Indonesia, Tbk. Pabrik Cilacap. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Penerapan sebuah sistem pengukuran kinerja merupakan salah satu cara bagi perusahaan untuk mengetahui kondisi dan prestasi yang dimilikinya saat ini beserta potensinya di masa mendatang. Dalam iklim persaingan yang kini kian ketat, untuk itu perusahaan memerlukan suatu metode pengukuran kinerja yang mampu mengukur kinerja perusahaan dari tolak ukur financial maupun non financial yaitu Balanced Scorecard. Analisis SWOT digunakan sebagai dasar untuk merumuskan misi, visi dan tujuan sehingga akan mempermudah dalam perumusan strategi. Model BSC ( Balanced Scorecard) dipakai sebagai kerangka dalam penilaian kinerja sedangkan dalam penentuan bobot kinerja menggunakan metode AHP ( Analitic Hierarchy Process) , Scoring System dengan metode OMAX ( Objectives Matrix ), dan Traffic Light System . Dengan adanya Sistem Pengukuran Kinerja Perusahaan dengan Metode Balanced Scorecard proses penilaian dan perencanaan kinerja dapat menyeimbangkan ukuran finansial dan non finansial yang sejalan dengan visi, misi dan strategi perusahaan. Pengukuran kinerja ini merekomendasikan proses perbaikan yang dapat digunakan sesuai dengan hasil pengukuran kinerja yang dilakukan. Dengan demikian, diharapkan PT. Holcim Indonesia, Tbk. Pabrik Cilacap dapat mengetahui dengan tepat prioritas perbaikan yang harus dilakukan. Hasil identifikasi berdasarkan sasaran strategis ( strategic objectives ) dan kebutuhan manajemen, terbentuk 12 KPI ( Key Performance Indicator). Hasil pembobotan kepentingan diperoleh hasil dalam menjalankan usahanya, perusahaan lebih memfokuskan kepada perspektif pelanggan, baru kemudian perspektif keuangan, perspektif pembelajaran dan pertumbuhan dan terakhir adalah perspektif proses bisnis internal. Secara keseluruhan, indeks pencapaian kinerja PT. Holcim Indonesia, Tbk. Pabrik Cilacap berdasarkan metode OMAX adalah kategori cukup baik dengan skor kinerja sebesar 4,82. Dengan Traffic Light System, dari 12 KPI yang ada sebanyak 3 KPI masuk dalam kategori hijau, 3 KPI masuk dalam kategori kuning, dan 6 KPI masih berada dalam kategori merah. Dan rencana strategis direkomendasikan pada setiap KPI yang masuk dalam zona merah agar pemecahan masalah dapat segera diselesaikan.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2009/367/050902673
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/139954
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item