BKG

Syamsuddin, (2009) Pengaruh Variasi Jarak antara Tangential Air Jet Inlet dengan Burner Exit Plane terhadap Kestabilan Nyala dan Distribusi Temperatur Api Difusi pada Annulus Jet”. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Pembakaran difusi secara luas digunakan pada sistem pembakaran di industri. Salah satu metode yang digunakan untuk menghasilkan pembakaran difusi yang baik adalah membuat pusaran aliran dengan menggunakan sejumlah udara melalui kombinasi antara udara aksial dan udara tangensial. Metode ini bertujuan untuk meningkatkan intensitas turbulensi sehingga proses pencampuran ( mixing ) reaktan menjadi lebih baik. Hal ini akan mengakibatkan adanya zona resirkulasi yang membawa kembali produk panas hasil pembakaran untuk kembali pada burner exit plane yang mengakibatkan nyala api menjadi stabil. Penambahan level turbulensi akan mengakibatkan laju pencampuran ( mixing rate ) yang lebih baik, sehingga dapat meningkatkan efisiensi pembakaran dan berpengaruh besar terhadap karakteristik api. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengaruh jarak antara tangential air jet inlet dan burner exit plane terhadap kestabilan nyala dan distribusi temperatur api difusi pada annulus jet. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimental sungguhan ( true experimental research ), yaitu melakukan pengamatan langsung untuk mengetahui hubungan sebab akibat dengan menggunakan satu atau lebih kelompok perlakuan dan membandingkan hasilnya dengan satu atau lebih kontrol yang digunakan sebagai pembanding. Instalasi penelitian terdiri dari beberapa komponen utama yang meliputi tabung LPG sebagai catu bahan bakar, kompresor sebagai catu aliran udara tangensial, blower sebagai catu aliran udara aksial, burner sebagai tempat terjadinya reaksi pembakaran dan annulus sebagai saluran untuk mengkombinasikan aliran udara aksial dan aliran udara tangensial. Variabel bebas yang digunakan adalah variasi jarak tangential air jet inlet terhadap burner exit plane yaitu 5 cm, 10 cm, 15 cm, 20 cm, kecepatan aliran udara aksial konstan pada 1,027 [m.s -1 ], kecepatan udara tangensial divariasikan dari 1 ¸ 10 [m.s -1 ] dan kecepatan aliran bahan bakar juga divariasikan antara 1 ¸ 20 [m.s -1 ]. Pengambilan data kestabilan diamati secara langsung, kemudian data terjadinya lift off dan blow off dicatat dan diplot dalam grafik kestabilan api. Pengambilan data temperatur dilakukan dengan menggunakan thermocouples yang dikuatkan oleh

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2009/355/050902660
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/139942
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item