BKG

BayuNoviantoFerry, (2009) Pengaruh Proses Pelapisan Pulse Hard Anodizing dengan Variasi Pulse Frequency terhadap Karakteristik Korosi Aluminium 6061. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Salah satu sifat aluminium adalah ringan, konduktor dan tahan korosi. Sifat ketahanan korosi yang dimiliki oleh aluminium disebabkan oleh terbentuknya lapisan oksida pada permukaannya. Tetapi lapisan oksida yang terbentuk masih tipis dan memiliki ketahanan terhadap korosi yang masih rendah. Salah satu cara untuk mengendalikan korosi adalah dengan proses pelapisan yaitu anodizing . Pulse hard anodizing merupakan salah satu proses anodizing di mana logam yang akan di anodizing diposisikan sebagai anoda untuk mendapatkan lapisan oksida (Al 2 O 3 ) yang lebih tebal pada permukaan aluminium daripada dilakukan dengan anodizing biasa. Lapisan oksida ini akan memberikan sifat protektif pada logam aluminium tersebut karena menghasilkan lapisan oksida dengan ketebalan tertentu. Bahan yang digunakan sebagai spesimen dalam penelitian ini adalah aluminium tipe 6061. Variabel-variabel yang dipakai dalam penelitian ini adalah variabel bebas pulse frequency ( 6, 7, 8, 9, dan 10 Hz ), variabel terikat laju korosi aluminium, variabel terkontrol konsentrasi larutan elektrolit yaitu asam sulfat H 2 SO 4 15%, waktu proses 45 menit, temperatur elektrolit ±10 0 C dan rapat arus 6,25 A/dm 2 . Proses korosi dilakukan dalam larutan HCl dengan konsentrai 15 % selama 6 menit dengan pengambilan data berulang-ulang hingga pengurangan berat terbesar. Yang menunjukkan ketebalan lapisan oksida yang semakin menipis. Setelah melakukan penelitian ini didapatkan hasil bahwa pulse frequency berpengaruh terhadap laju korosi aluminium. Semakin besar pulse frequency akan menghasilkan laju korosi yang semakin besar. Rata-rata laju korosi paling rendah didapatkan pada pulse frequency 6 Hz dan laju korosi paling besar didapatkan pada pulse frequency 10 Hz . Peningkatan rata-rata laju korosi juga diikuti dengan lapisan oksida yang semakin tipis. Lapisan oksida paling tebal terjadi pada pulse frequency 6 Hz sebesar 94,54 μm dan Lapisan oksida paling tipis terjadi pada pulse frequency

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2009/279/050902055
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/139865
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item