BKG

SandraAdityaRachman, (2009) Pengaruh Besar Kombinasi Tegangan Tarik Statis Dan Geser Dinamis Terhadap Pola Permukaan Patahan. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Komponen-komponen pada suatu mesin sudah didesain sedemikan rupa untuk menghindari terjadinya kegagalan. Akan tetapi kegagalan masih dapat terjadi, meskipun besar beban yang diterima oleh suatu komponen lebih kecil dari beban yang diijinkan. Mengetahui penyebab suatu kegagalan adalah sangat penting. Salah satu tahapan penting yang digunakan untuk mengetahui suatu penyebab kegagalan pada komponen adalah pemeriksaan pada permukaan patahan dari komponen, atau dikenal dengan fractography yang dilakukan secara microscopic dan macroscopic . Jika pola-pola tertentu pada permukaan patahan dapat diidentifikasi, maka mekanisme patahnya komponen dapat diketahui. Ada beberapa jenis pola patahan pada permukaan patahan dan hal ini tergantung dari mekanisme patahannya. Factory roof pattern adalah pola permukaan patahan dengan skala macro . Jika pola ini teridentifikasi pada permukaan patahan, maka dapat dipastikan bahwa mekanisme patahnya disebabkan oleh beban kombinasi ( axial dan puntir) yang dinamis. Meskipun demikian mekanisme terbentuknya dan bagaimana awal terbentuknya dari pola tersebut masih banyak diperdebatkan. Menentukan dengan tepat mode apa yang terjadi pada retakan ( cracking ) adalah sangat penting karena jika ini dapat dilakukan maka besar tegangan yang terjadi pada suatu komponen dapat ditentukan dengan akurat. Pada penelitian ini dilakukan pengujian fatigue terhadap spesimen yang dalam penelitian ini menggunakan acrylic berupa silinder pejal yang dibentuk sesuai dengan standar pengujian fatigue , digunakannya spesimen ini karena tembus pandang sehingga perambatan retak pada bagian sub permukaan dapat diamati. Pengujian fatigue dilakukan dengan cara memberi beban kombinasi berupa beban puntir yang dinamis dan beban tarik yang statis. Pada pengujian fatigue ini dilakukan lima variasi beban tarik (2.4, 3.9, 12.9, 21.4 kg) dan beban puntir yang tetap untuk mengetahui pengaruhnya terhadap pola permukaan patahan dan mode bukaan retak. Hasil pengujian fatigue yang dilakukan pada spesimen acrylic menghasilkan bentuk patahan brittle dan pada permukaan patahan terbentuk river pattern , permukaan patahan membentuk sudut sekitar 45° dimana mode I ( opening mode ) lebih dominan terjadi dibanding dengan gabungan 2 mode (mode I dan mode III). Hal ini dikarenakan mode III ( tearing mode ) sangat kecil terjadi akibat dari perambatan retak yang sangat cepat, hal ini juga dibuktikan dengan arah rambatan retak yang tegak lurus terhadap arah tegangan utamanya ( principle stress ).

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2009/252/050901888
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/139838
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item