BKG

MuhammadAmir, (2009) Pengaruh Komposisi Filler dan Temperatur Injeksi terhadap Kekuatan Tekan pada Komposit Hibrid Matriks Polipropilen. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Komposit merupakan salah satu material yang sangat diperlukan dalam dunia industri. Material komposit mempunyai banyak keuntungan antara lain bobotnya ringan tetapi mempunyai kekuatan dan kekakuan yang baik, hasil akhir (permukaan) yang baik, biaya produksi lebih murah dan tahan terhadap korosi (Schwartz, 1996:5). Hal itulah yang menyebabkan material ini banyak diminati untuk dikembangkan lebih lanjut dengan tujuan meningkatkan sifat mekaniknya. Serbuk kayu merupakan salah satu limbah industri berbahan baku kayu. Keutamaan sifat dari bahan alami seperti ramah lingkungan dan mudah didaur ulang tentu saja menjadi karakteristik serbuk kayu. Tanaman kenaf dapat tumbuh subur di Indonesia terutama di area yang tergenang atau banjir. Serat kenaf akan mempunyai nilai lebih jika digunakan sebagai bahan penguat dalam komposit, apalagi jika keberadaanya mampu menggantikan serat non alami (serat sintetik). Polipropilen merupakan salah satu jenis polimer yang banyak dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaannya yang luas ini dikarenakan mampu cetaknya yang baik, permukaannya yang licin, mengkilat, dan tembus cahaya (Tata Surdia, 1999). Sifat khas bahan polimer yang sangat berubah menurut temperatur juga dapat berpengaruh terhadap sifat-sifat komposit. Dengan temperatur injeksi yang tepat akan menghasilkan permukaan yang baik dan dapat mengurangi porositas. Sehingga untuk mengetahui temperatur injeksi yang tepat perlu adanya penelitian (Crawford, 1989: 193). Pada penelitian ini variasi bebas yang digunakan yaitu komposisi filler dan temperatur injeksi. Dari fraksi volume filler total yang tetap sebesar 25%, divariasikan komposisinya dengan cara memvariasikan perbandingan fraksi volume serbuk kayu meranti dan serat kenaf yaitu 0%:100%, 25%:75%, 50%:50%, 75%:25%, 100%:0%. Sedangkan variasi temperatur injeksi yang digunakan adalah 180 0 C, 190 0 C, 200 0 C, dan 210 0 C. Serbuk kayu meranti yang digunakan memiliki diameter 215 μ m dan panjang serat kenaf 5 mm. Proses pencetakan komposit pada penelitian ini menggunakan proses injection molding dengan parameter tekanan 8 bar. Dimensi spesimen yang digunakan untuk pengujian tekan sesuai dengan ASTM D695. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa komposisi filler (serbuk kayu : serat kenaf) dan temperatur injeksi berpengaruh terhadap kekuatan tekan komposit hibrid matriks polipropilen. Semakin besar fraksi volume serat kenaf maka kekuatan tekannya semakin meningkat dan mencapai maksimal pada komposisi filler nya 25% serbuk kayu dan 75% serat kenaf, penambahan serat kenaf setelah itu akan menurunkan kekuatan tekannya. Kekuatan tersebut juga meningkat seiring meningkatnya temperatur penginjeksian dan mencapai nilai maksimal pada temperatur 190 0 C. Peningkatan temperatur setelah itu akan menurunkan kekuatan tekan komposit. Interaksi antara komposisi filler dan temperatur injeksi memberikan pengaruh yang nyata terhadap kekuatan tekan komposit ini. Sehingga didapatkan kekuatan tekan komposit tertinggi mencapai 45,983 MPa pada tenperatur injeksi 190 0 C, komposisinya 25% serbuk kayu dan 75% serat kenaf. Sedangkan kekuatan terendah terjadi pada tenperatur injeksi 210 0 C dan 100% serbuk kayu yaitu mencapai 40,507 MPa.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2009/249/050901885
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/139834
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item