BKG

DavidSatriyoWidodo, (2009) Optimasi Frekuensi Peniupan Kerak Luar Hasil Pembakaran pada Superheater. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Bagi industri pembuatan gula pemakaian ketel uap akan memberikan kontribusi yang sangat besar, uap yang dihasilkan selain digunakan untuk menggerakkan mesinmesin juga akan digunakan sebagai pemanas untuk memasak gula. Industri gula juga menghasilkan produk sampingan berupa ampas tebu ( bagasse ) yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar utama dapur pembakaran ketel uap. Masalah terletak pada proses pembakaran bahan bakar tersebut akan menghasilkan kerak luar yang menempel pada permukaan luar pipa pada superheater dan dapat mengganggu proses perpindahan panas sehingga akan menurunkan kinerja pembangkit uap tersebut. Tujuan penulisan skripsi ini untuk mengoptimalkan frekuensi peniupan kerak luar hasil pembakaran pada superheater dalam satu hari. Sehingga rugi kalor yang dialami oleh superheater dapat seminimal mungkin. Metode meliputi analisis termodinamika pada pipa superheater yang bersih, analisis perpindahan panas pada pipa superheater yang bersih, sehingga dapat diketahui laju perpindahan panas pada pipa superheater pada keadaan tanpa adanya kerak luar. Analisis termodinamika pada pipa superheater yang kotor, analisis perpindahan panas pada pipa superheater yang kotor, sehingga dapat diketahui laju perpindahan panas pada pipa superheater pada keadaan tanpa adanya kerak luar. Menghitung rugi kalor yang hilang akibat peniupan kerak luar oleh soot blowing yang menggunakan uap hasil produksi dari superheater tersebut. Penentuan frekuensi peniupan kerak luar pada superheater yang optimal dengan menggunakan metode Newton Rapshon sehingga didapatkan frekuansi peniupan kerak luar paling optimal oleh soot blowing dengan nilai rugi kalor yang minimal. Dengan adanya kerak luar dengan ketebalan 0,000525 m tiap jam nya yang memiliki konduktivitas termal sebesar 0,011813903 kW/m. o C . Sehingga dapat diketahui besarnya kalor yang dapat dihantarkan oleh pipa superheater yang bersih dengan yang kotor, yaitu sebesar 17654,25855 kW menjadi 17109,49825 kW, terjadipenurunan kalor akibat lapisan kerak yang terjadi setelah boiler beroperasi delapan jam sebesar 544,7603039 kW. Sedangkan pada soot blowing rugi kalor untuk meniupkan uap dari superheater untuk menghilangkan kerak luar dengan flow uap panas lanjut sebesar 1,111 kg/s atau 4000 kg/jam maka dibutuhkan kalor sebesar 221,6021489 kW. Dengan menggabungkan antara kerugian kalor akibat pertambahan tebal kerak luar dan kerugian kalor akibat peniupan kerak luar pada superheater maka dapat diketahui kerugian panas total. Hasil berupa frekuensi paling optimal untuk peniupan kerak luar pada superheater dalam satu hari dengan frekuensi sebesar 5,71105 x/24 jam atau setiap 4,2025 jam atau 4 jam 12 menit 9 detik, sehingga jika dalam satu hari operasi boiler didapatkan frekuensi peniupan yang optimal, yaitu 5,71105 kali peniupan atau 6 kali dalam satu harinya. Dengan rugi panas minimal yaitu sebesar 4841235,174 kJ.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2009/143/050901157
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/139716
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item