BKG

MuhammadAufa, (2009) Pengaruh Kuat Arus dan Pola Pembangkit Induksi Magnet pada Proses Pengelasan Logam Tidak Sejenis terhadap Laju Perambatan Retak Sambungan Las. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Pengelasan dissimilar merupakan penyambungan dua logam yang memiliki karakteristik yang berbeda. Permasalahan yang sering muncul dalam proses penyambungan ini adalah pada daerah pengelasan rentan terhadap mekanisme kegagalan. Mekanisme kegagalan tersebut salah satunya adalah pada sambungan las dimungkinkan terjadi cacat las berupa retak. Salah satu hal yang kemudian menjadi perhatian dalam teknologi pengelasan logam adalah pergerakan logam cair yang terjadi dalam kolam lasan. Konveksi yang terjadi pada kolam lasan dipengaruhi oleh beberapa gaya salah satunya adalah gaya elektromagnetik. Gaya elektromagnetik memegang peranan penting dalam merubah bentuk kolam las, dimana gaya ini memberi peranan cukup besar dalam meningkatkan homogenitas struktur, hydrogen porosity dan terlarutnya unsur – unsur lain pada logam las yang tentunya dapat berpengaruh terhadap kekuatan mekanik pada daerah las. Konveksi pada kolam lasan dapat ditingkatkan dengan menambahkan medan magnet secara eksternal. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kuat arus dan pola pembangkit induksi magnet terhadap laju perambatan retak sambungan las dissimilar metals antara ST 37 dengan SUS 430. Pengujian dilakukan secara eksperimental, yaitu membandingkan antara perlakuan dengan tanpa perlakuan. Induksi magnet dibangkitkan pada benda kerja saat dilas dengan mengalirkan arus DC (3A, 5A, 10A, 12A, 15A) pada kawat tembaga 0,5 mm sebanyak 100 lilitan dengan tegangan 32 Volt. Pola pembangkitan yang digunakan yaitu pola I (hanya bahan SUS 430 yang dialiri magnet), Pola II (hanya bahan ST 37 yang dialiri magnet), Pola III (kedua bahan dialiri medan magnet), Pola IV (kedua bahan dialiri magnet secara bergantian). Material yang digunakan adalah plat baja karbon rendah (ST 37) dan baja tahan karat ferritic (SUS 430) tebal 4 mm dengan elektroda las ER-309L diameter 1.9 mm. Sambungan yang digunakan adalah tipe butt joint dan proses pengelasan flat position menggunakan las GTAW. Dari hasil pengujian laju perambatan retak didapatkan laju perambatan retak yang paling redah adalah pada pembangkitan induksi magnet dengan penambahan arus 15A pada pola IV. Penurunan laju perambatan retak ini terjadi dikarenakan penambahan induksi magnet yang dibangkitkan dari kedua sisi logam secara bergantian menghasilkan sifat mekanik logam lasan yang paling baik dibandingkan dengan polapola yang. Hal ini dibuktikan dari pengujian prosentase cacat las, bahwa pada pola IV menghasilkan prosentase cacat las yang paling rendah dibandingkan dari pola-pola yang lain. Disamping itu dari hasil pengujian kekuatan tarik spesimen dari berbagai pola pembangkitan dihasilkan bahwa pada pola IV memiliki kekuatan tarik yang paling besar dibandingkan dengan pola-pola yang lain. Semakin rendah prosentase cacat las yang dihasilkan dan semakin tinggi kekuatan tarik yang dihasilkan maka sifat mekanik logam las semakin baik terhadap beban tarik. Dengan pengujian laju perambatan retak mode I menggunakan pola pembebanan tarik secara sinusoidal dengan memakai strees level yang sama maka semakin tinggi kekuatan tarik yang dihasilkan maka laju perambatan retak yang dihasilkan semakin rendah.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2009/103/050900899
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/139665
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item