BKG

AndyWilisPambudi, (2008) Analisis Pengaruh Variasi Depth of Cut Pemotongan terhadap Keausan Pahat pada Proses Bubut Orthogonal dengan Metode Simulasi,. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Perkembangan proses pemotongan logam sekarang semakin pesat dan kompleks. Dengan semakin pesat dan kompleksnya perkembangan proses pemotongan logam diharapkan mampu menambah jumlah produksinya, dan kualitas produk dengan toleransi yang tinggi. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pemotongan antara lain jenis material benda kerja, jenis material pahat, kondisi pemotongan (kecepatan pemotongan, kedalaman pemotongan, gerak makan), cairan pendingin, jenis proses pemesinan (proses bubut, frais,dan lain-lain). Pada proses pemesinan bubut, kondisi pemotongan terutama depth of cut pemotongan sangat berpengaruh terhadap keausan pahat. Semakin besar depth of cut pemotongan akan menyebabkan deformasi plastic. Deformasi plastic yang semakin besar membuat beban geser yang tinggi pada bidang geram sehingga menyebabkan terjadinya keausan pahat. Keausan pahat sangat mengganggu dan merugikan proses produksi oleh karena itu keausan pahat yang sering terjadi perlu diperkecil untuk menyelesaikan masalah diatas. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan depth of cut pemotongan terhadap keausan pahat. Material benda kerja yang digunakan dalam penelitian ini adalah AISI 1045 sedangkan material pahat adalah pahat insert Carbida K68 / M10. Dalam penelitian ini menggunakan software DEFORM tiga dimensi untuk proses simulasi. Pemodelan dilakukan dengan membuat geometri pahat dan benda kerja dimana pahat dimodelkan sebagai material rigid, sedangkan benda kerja dimodelkan sebagai material plastic model. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian Eksperimental-Semu (Quasi-Experimental Research) yaitu metode untuk memperoleh informasi yang merupakan perkiraan bagi informasi yang dapat diperoleh dengan eksperimen sebenarnya. Besarnya Depth of cut : 0,5 mm ; 1 mm ; 1,5 mm ; 2 mm ; dan 2,5 mm. Untuk proses validasi digunakan Depth of cut : 0,5 mm. Selanjutnya dilakukan prediksi keausan pahat pada Depth of cut 1 mm ; 1,5 mm ; 2 mm ; dan 2,5 mm. Dari penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa pada semakin besar depth of cut pemotongan maka keausan pahat yang terjadi akan semakin besar pula, hal ini disebabkan karena deformasi plastic yang terjadi semakin besar yang mengakibatkan beban geser pada bidang geram semakin tinggi pula.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2008/65/050800543
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/139484
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item