BKG

AndikYayanSetyawan, (2008) Pengaruh Kwalitas Bagasse Terhadap Produksi Uap Pada Ketel Uap Clark Chapman John Tompson. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Perkembangan industri di era modern ini semakin maju dan berkembang, sedangkan sumber energi minyak dan fosil yang biasa digunakan untuk menjalankan mesin-mesin industri semakin berkurang dan menipis, oleh karena itu perlu dicari penggantinya. Ampas tebu ( bagasse ) merupakan salah satu contoh pengganti sumber energi yang digunakan untuk menjalankan mesin konversi energi berupa ketel uap yang ada di "PT. RAJAWALI I UNIT PG. KREBET BARU BULULAWANG-MALANG" . Boiler merupakan mesin konversi energi yang berfungsi untuk merubah fase fluida kerja, dari fase cair menjadi uap dengan cara memberikan panas dari hasil panas pembakaran, yang nantinya akan digunakan untuk menjalankan mesin konversi energi lainnya. Sehingga perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan produksi uap ketel uap CCJT dengan cara menganalisa pengaruh peningkatan kwalitas bahan bakar bagasse , yaitu dengan mengurangi kadar air yang dikandung sekecil mungkin terhadap produksi uap yang dihasilkan. Salah satu cara yang dapat dilakukan, yaitu dengan cara melakukan pengujian laboratorium terhadap kadar air yang dikandung oleh bahan bakar bagasse . Setalah dilakukan pengujian laboratorium di "PT. RAJAWALI I UNIT PG. KREBET BARU BULULAWANG-MALANG" , ternyata bagasse yang dihasilkan mempunyai kadar air sebesar 48,01% sedangkan menurut (Soewarno:376) bagasse yang baik itu mempunyai kadar air sebesar 40%-45%, sehingga dengan kadar air 48,01% itu dirasa perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kwalitas dari bagasse yang dijadikan sebagai bahan bakar ketel uap CCJT dengan cara menurunkan kadar air sebesar 10% agar dihasilkan nilai kalor yang tinggi, kerugian panas yang rendah, effisiensi ketel uap yang tinggi, dan produksi uap yang tinggi melalui metode analisa perhitungan. Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk menurunkan kadar air bagasse , yaitu dengan cara melakukan penyetelan pada stasiun penggilingan agar bagasse yang dihasilkan tidak terlalu banyak mengandung kadar air, pemaksimalan kerja dari mesin pengering ( dryer machine ) dan pengontrolan kwalitas tebu agar dihasilkan kwalitas tebu yang baik yang mengandung zat gula yang banyak tapi mengandung kadar air yang sedikit. Dengan peningkatan kwalitas bagasse , yaitu dengan cara menurunkan kadar air sebesar 10% maka akan terjadi peningkatan effisiensi sebesar ± 3,4% dan produksi uap pada ketel uap CCJT sebesar ± 4,24% dari keadaan awal dengan kandungan kadar air bagasse 48,01%, sehingga dengan kenaikan effisiensi dan produksi uap tadi dapat meningkatkan produksi gula.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2008/638/050803287
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/139473
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item