BKG

RudiRahmawan, (2008) Pengaruh Persentase Metanol Dalam Pembuatan Biodiesel Minyak Jelantah Terhadap Unjuk Kerja Motor Diesel. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Penggunaan minyak bumi semakin meningkat tetapi tidak diimbangi dengan jumlah persediaan minyak bumi. Sehingga perlu dikembangkan sumber bahan bakar alternatif pengganti minyak bumi. Salah satu sumber bahan bakar alternatif adalah biodiesel. Penggunaan biodiesel sebagai bahan bakar kendaraan bermotor dapat menurunkan emisi gas buang bila dibandingkan dengan solar. Biodiesel didapatkan dari reaksi transesterifikasi yaitu suatu proses yang menggunakan alkohol (metanol) sebagai reaktan yang direaksikan dengan katalis (natrium hidroksida) yang berfungsi untuk memecah molekul minyak (trigliserida) secara kimia menjadi metil ester (biodiesel) dan gliserol. Untuk mengurangi biaya produksi pembuatan biodiesel, maka dicarikan bahan baku yang murah dan tersedia dalam jumlah banyak. Bahan baku itu adalah minyak jelantah (minyak goreng bekas). Tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh persentase metanol dalam pembuatan biodiesel minyak jelantah terhadap unjuk kerja pada motor diesel 4 langkah yang meliputi daya efektif, konsumsi bahan bakar spesifik efektif dan emisi gas buang (CO dan CO 2). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental, yaitu dengan melakukan pengamatan secara langsung untuk mencari data sebab-akibat melalui eksperimen sehingga didapatkan data empiris. Biodiesel dibuat melalui proses transesterifikasi minyak jelantah dengan variasi persentase metanol 25%, 30%, 35% dan 40% dari volume minyak. Biodiesel diperoleh dengan mereaksikan minyak jelantah dengan metanol yang telah terlebih dahulu direaksikan dengan natrium hidroksida (NaOH) pada putaran konstan 500 rpm dan suhu 65-70 oC selama ± 1 jam. Sedangkan bahan bakar yang digunakan pada pengujian motor diesel 4 langkah adalah B20 yaitu campuran antara biodiesel murni 20% dan solar 80%. Pengujian unjuk kerja motor diesel dilakukan pada putaran 2500-1300 rpm dengan penurunan 300 rpm, bukaan throttle sebesar 55%. Hasil penelitian didapatkan persentase metanol yang tepat pada transesterifikasi biodiesel minyak jelantah memberikan hasil sifat fisik dan unjuk kerja yang lebih baik serta emisi gas buang yang lebih rendah daripada solar, yaitu pada persentase metanol 35%. Pada pengujian motor diesel empat langkah dihasilkan peningkatan unjuk kerja dan penurunan emisi gas buang, dengan hasil peningkatan daya efektif sebesar ± 21,67%, untuk konsumsi bahan bakar spesifik efektif turun (lebih irit) sebesar ± 17,02%, kadar CO turun sebesar ± 33,75% dan kadar CO2 naik sebesar ± 31,63%.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2008/411/050802213
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/139252
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item