BKG

MohammadArifin, (2008) Pengaruh Variasi Tekanan Terhadap Sifat Kemagnetan Pada Proses Sintering Paduan FeAl. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Bahan magnet merupakan salah satu bahan yang sangat diperlukan dalam proses desain teknis, khususnya dalam teknik kelistrikan. Paduan Fe-Al merupakan bahan magnet lunak yang baik dan memiliki kerugian daya yang rendah. Induksi magnetik, induksi sisa ( remanen ), medan koersif, permeabilitas maksimal dan kerugian histeresis dapat dipengaruhi oleh komposisi, porositas, bentuk dan ukuran serbuk. Porositas dapat dipengaruhi oleh denistas, pada volume yang sama densitas material dapat ditingkatkan dengan memberikan tekanan yang semakin besar. Penelitian yang membahas pengaruh tekanan pada proses sintering terhadap sifat kemagnetan paduan Fe-Al masih belum diketahui, sehingga perlu dilakukan suatu penelitian. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengaruh variasi tekanan pada proses sintering terhadap sifat kemagnetan paduan Fe-Al. Pengujian dilakukan secara eksperimental, yaitu untuk mengetahui pengaruh variasi tekanan pada proses sintering terhadap sifat kemagnetan. Tekanan yang diberikan adalah 700, 750, 800, 850 MPa sebagai variabel bebas dan variabel terikat adalah induksi magnet dan induksi sisa. Sedangkan untuk variabel terkendali adalah perbandingan serbuk besi dan aluminum yaitu 83:17 %, holding time penekanan dilakukan selama 5 menit pada dimensi spesimen yang sama, suhu sintering dilakukan pada 700 oC selama 60 menit, dan arus listrik yang dikenakan untuk membangkitkan medan magnet adalah 1 A. Dari hasil penelitian tentang pengaruh variasi tekanan pada proses sintering terhadap sifat kemagnetan paduan Fe-Al dapat diambil kesimpulan bahwa dengan semakin besar tekanan pada spesimen dengan dimensi yang sama pada proses sintering akan semakin meningkatkan induksi magnet dan permeabilitas magnet material paduan Fe-Al . Sedangkan pada pengujian induksi sisa peningkatan tekanan pada proses sintering tidak memberikan pengaruh yang begitu besar. Peningkatan tekanan pada spesimen dengan volume yang tetap akan menyebabkan semakin meningkatnya densitas, sehingga jumlah atom akan semakin meningkat. Ketika terdapat medan magnet maka akan timbul gaya gerak listrik (GGL), hal ini akan menyebabkan elektron-elektron pada tiap atom akan berakselerasi menurut arah medan yang diberikan dan material akan mudah mengalami magnetisasi. Ketika medan magnet dihilangkan maka ggl yang timbul akan menurun dan elektron-elektron yang berakselerasi pada tiap atom akan kembali pada keadaan awal.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2008/274/050801404
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/139127
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item