BKG

ThoufanGhulamBahtiar, (2008) Pengaruh Variasi Spasi Nozzle-Mixing Throat terhadap Efisiensi Jet Pump. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Saat ini, kebutuhan masyarakat akan tersedianya air bersih merupakan salah satu kebutuhan penting disamping kebutuhan pokok lainnya. Salah satu cara untuk mendapatkan air bersih tersebut adalah dengan mengambil air dari sumber air tanah. Sumber air biasanya mempunyai kedalaman 10 meter di bawah permukaan tanah. Dari berbagai jenis pompa, yang sesuai untuk kondisi yang demikian adalah Centrifugal-Jet pump . Pompa ini merupakan kombinasi pompa sentrifugal dan jet pump . Jet pump memiliki prinsip kerja yang mana sebagian debit pemompaan dikembalikan ke lubang hisap yang berguna untuk mendorong fluida ke atas melalui saluran hisap. Jet pump sendiri terdiri dari komponen-komponen yaitu nozzle, mixing throat, diffuser dan suction chamber. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana pengaruh spasi nozzlemixing throat terhadap efisiensi jet pump dan berapa spasi nozzle -mixing throat yang dapat menghasilkan efisiensi jet pump yang maksimum. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan memvariasikan spasi nozzle-mixing throat yaitu, 13 mm, 14 mm, 15 mm, 16mm, 17 mm, 18 mm dan debit primary flow yaitu, 4 L/menit, 5 L/menit, 6 L/menit, 7 L/menit, 8 L/menit sehingga akan diperoleh spasi nozzle-mixing throat yang dapat menghasilkan efisiensi jet pump maksimum. Data yang diambil meliputi tekanan pada primary flow, secondary flow , delivery flow dan debit pada delivery flow . Dari hasil pengujian dan analisa yang telah dilakukan maka didapatkan bahwa spasi nozzle-mixing throat dapat mempengaruhi efisiensi yang dihasilkan oleh jet pump . efisiensi jet pump tertinggi diperoleh pada spasi nozzle-mixing throat 16 mm (posisi ujung nozzle sejajar dengan permukaan sisi masuk suction chamber ) dan debit primary flow 8 L/menit. Pada posisi ujung nozzle yang semakin mendekati mixing throat yaitu 15 mm, 14 mm, dan 13 mm mengalami penurunan efisiensi begitu juga posisi ujung nozzle yang semakin menjauhi mixing throat yaitu 17 mm dan 18 mm. Pada spasi nozzle-mixing throat 16 mm mampu menghasilkan efisiensi maksimum karena pada posisi ini nilai flow ratio dan head ratio mencapai nilai yang optimum, hal tersebut jika dibandingkan dengan posisi ujung nozzle yang semakin mendekati mixing throat dan posisi ujung nozzle yang semakin menjauhi mixing throat .

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2008/261/050801352
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/139115
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item