BKG

HeryPurnomo, (2008) Pengaruh Sudut Chamfer terhadap Kekuatan Tarik Sambungan Las Gesek pada Paduan Al-Mg-Si. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Aluminium sebagai salah satu material yang banyak dipakai dalam pembuatan peralatan dan komponen-komponen permesinan, memiliki beberapa kesulitan dalam proses pengelasannya. Hal ini dikarenakan sifatnya dalam penyerapan panas, sehingga sulit terjadi pemanasan daerah lasan saat dilakukan pengelasan dengan menggunakan las busur atau las gas. Salah satu metode yang bisa dipakai dalam pengelasan Aluminium adalah menggunakan pengelasan gesek yang merupakan salah satu metode penyambungan material dengan memanfaatkan panas yang timbul dari gesekan antara permukaan dua material. Penyambungan material terjadi akibat adanya panas yang timbul dari gesekan antara material yang diputar dan di lain sisi material yang ditekankan dengan gaya tekan tertentu. Penggunaan sudut chamfer pada sisi kontak pengelasan gesek memberikan pengaruh pada kekuatan sambungan las gesek yang terbentuk. Pemahaman mengenai pengaruh sudut chamfer terhadap kekuatan tarik sambungan las gesek ini akan memberikan kemudahan untuk menentukan seberapa besar sudut chamfer yang sesuai untuk menghasilkan kekuatan tarik sambungan las gesek dari suatu komponen permesinan yang akan dibuat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen nyata dengan parameter yang dipakai adalah besar sudut chamfer 0o, 15o, 22,5o dan 30o sebagai variabel bebas, kekuatan tarik sambungan sebagai variabel terikat dan variabel terkendali yang digunakan adalah kecepatan putar 1600 rpm, gaya tekan 142 kgf, waktu pengelasan 1,5 menit dan holding 2 menit. Data yang diperoleh diolah menggunakan analisis statistik dan teoritis. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa sudut chamfer berpengaruh nyata terhadap kekuatan tarik sambungan las gesek. Kekuatan tarik sambungan las semakin tinggi dengan peningkatan sudut chamfer hingga 22,5o. Kekuatan tarik rata-rata tertinggi yang dapat dicapai pada sudut chamfer 22,5o yaitu sebesar 141,4 N/mm2. Hal ini menunjukkan peningkatan yang berarti jika dibandingkan dengan pengelasan yang dilakukan tanpa adanya sudut chamfer dimana rata-rata nilai kekuatan tariknya hanya sebesar 117,8 N/mm2. Kekuatan tarik terendah terjadi pada sambungan las dengan sudut chamfer 15o sebesar 110,5 N/mm2. Penggunaan sudut chamfer akan menghasilkan sambungan yang berbeda, ditinjau dari foto makrostrukturnya, kekuatan tarik sambungan dipengaruhi oleh sempitnya luasan daerah HAZ yang dihasilkan, sedikit adanya porositas, dan besarnya luasan daerah inti sambungan atau fully plasticized region.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2008/143/050800899
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/138990
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item