BKG

TejoSulaksono, (2007) Analisis pengaruh jarak antar expansion loop terhadap tegangan pada sistem perpipaan yang mengalami thermal expansion. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Salah satu faktor utama dalam perencanaan sistem perpipaan kemampuan pipa menyerap ekspansi panas apabila kondisi operasionalnya memiliki beda temperatur yang tinggi dibandingkan kondisi normalnya. Hal ini dikarenakan temperatur yang tinggi yang ada dalam sistem perpipaan dapat membangkitkan gaya dan tegangan yang besar pada sistem terutama ke arah aksial. Tegangan ini dapat menyebabkan buckling dan akhirnya mengalami kegagalan pada sistem perpipaan. Selama operasional, pipa menerima tegangan akibat termal dan tekanan dalam yang berlangsung terus menerus dan berfluktuasi. Dengan melakukan perhitungan tegangan aksial atau longitudinal pada beberapa pemodelan pipa, maka dapat diketahui desain pipa yang memiliki ketahanan terhadap tegangan yang terjadi selama operasional. Dalam pembahasan dilakukan perhitungan tegangan yang terjadi pada kondisi operasional pada sistem perpipaan, yaitu akibat tekanan dalam dan akibat perubahan termal, baik ke arah tangensial atau circumferential dan ke arah aksial atau longitudinal. Dari tegangan tersebut diatas diperoleh nilai tegangan ekivalen yang terjadi pada sistem perpipaan. Dengan diketahuinya deformasi aksial pada sistem perpipaan karena pengaruh ekspansi termal yang terjadi, didapat besar defleksi yang diterima oleh expansion loop. Dengan variasi jarak antar expansion loop , maka didapatkan juga perubahan tegangan sistem perpipaan yang diserap oleh expansion loop . Tegangan operasional yang terjadi pada pipa ialah tegangan circumferential sebesar 19.876533 x 10 7 Pa dan longitudinal sebesar 16.796636 x 10 7 Pa, Sehingga tegangan ekivalennya adalah 18.52956165 x 10 7 Pa. Expansion loop hanya berfungsi maksimal untuk mencegah buckling dengan cara menyerap tegangan longitudinal (aksial). Dalam hal ini pipa dapat diasumsikan sebagai gelagar atau beam . Dengan melakukan variasi perubahan jarak antar expansion loop pada sistem perpipaan, diperoleh perubahan besarnya pemuaian yang terjadi pada pipa akibat ekspansi termal serta pengaruhnya terhadap tegangan yang terjadi. Sehingga dari perhitungan dapat ditentukan jarak optimal antar expansion loop pada sistem perpipaan ini adalah 1374,468m.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2007/644/050800042
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/138845
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item