BKG

RudiHarsono, (2007) Analisis Penerapan Statistical Quality Control untuk Pengendalian dan Peningkatan Kualitas Produk di PT ”X” Malang. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

PT.”X” merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi rokok. Filter rokok merupakan salah satu bahan baku didalam pembuatan rokok. Didalam proses pembuatan rokok filter banyak terjadi cacat yang disebabkan oleh rendahnya kualitas filternya sehingga menyebabkan kerugian bagi perusahaan. Maka kualitas dari filter rokok perlu ditingkatkan, selain itu filter rokok merupakan tahap awal dari pembuatan rokok itu sendiri, maka dengan pengendalian pada tahap awal proses diharapkan proses selanjutnya akan menghasilkan produk yang berkualitas, sehingga tidak banyak material yang terbuang percuma. Dengan melakukan analisis Statistical Quality Control dapat mengurangi cacat tersebut. Metode Statistical Quality Control adalah suatu metode yang dapat digunakan untuk memonitor, mengelola, menganalisis, mengendalikan,dan memperbaiki kualitas proses dan produk. Pada Metode Statistical Quality Control ini menggunakan pengukuran output untuk mengendalikan proses dan mendeteksi penyebab terjadinya situasi yang berada diluar batas pengendali. Dan MIL STD 105D adalah teknik pengambilan sampel untuk data atribut. Dengan teknik pengambilan tersebut diharapkan adanya cacat dipasaran dapat dicegah. Didalam penelitian ini diperoleh adanya pergeseran nilai rata-rata berat filter dari 79,80 gram/100 menjadi 79,95 gram/100, sedangkan untuk circumference diperoleh 24,47 mm dari yang target sebesar 24,45 mm, untuk Resistence to Draw (RTD) sebesar 423 mmH2O dari target 418 mmH2O, dan untuk ovality sesuai dengan target spesifikasi yaitu ≤ 0,39 mm. Sehingga dari hasil perhitungan yang telah dilakukan tersebut dijadikan batas spesifikasi baru didalam penyusunan batas pengendali produk yang akan diproduksi guna meningkatkan kualitas produk yang akan dihasilkan. Sedangkan dengan Military Standart 105D (MIL STD 105D) nilai Acceptance Quality Level (AQL) dari data atribut sebesar 12%. Dari jumlah tersebut cacat tertinggi disebabkan oleh improper cut yaitu 31,6 %. Untuk mengendalikannya dengan melakukan pengantian pisau potong dan pengecekan batu gerinda yang dilakukan setiap awal pergantian shift yaitu disaat membersihkan mesin dan memberikan training ke operator untuk lebih memfokuskan terhadap cacat tersebut.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2007/459/050702621
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/138694
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item