BKG

BennyYanuarsaWardhana, (2008) Perbaikan Kualitas Produk Sprite Dengan Metode Total Quality Management (TQM) Studi kasus di PT. Coca-Cola Bottling Indonesia Jawa Timur. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Pada proses pengisian produk Sprite di PT Coca-Cola, ditemukan masalah-masalah yang berhubungan dengan masih tingginya variabilitas output produk yang dihasilkan oleh lini produksi. Hal ini disebabkan oleh input dan proses produksi yang kapabilitasnya kurang baik, yang menyebabkan produk masih jauh dari kondisi sedikitnya cacat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penetapan konsep Total Quality Management di perusahaan yaitu dilakukannya delapan langkah peningkatan kualitas yang kesemua item-item tersebut terdapat di dalam Tahap PDCA ( Plan , Do , Check , Action ), dan mengetahui pengaruh kualitas hasil produksi yang terjadi pada perusahaan. Pada Tahap Do (pelaksanaan), di dalam konsep Total Quality Management terdapat 5 pilar yang perlu dilakukan yaitu pilar komitmen, kepemimpinan, keorganisasian, produk, dan proses. Dimana 5 pilar tersebut merupakan suatu konsep dimana semua fungsi dalam perusahaan dipadukan untuk meningkatkan kualitas yang pada akhirnya bertujuan untuk kepuasan pelanggan. Dari hasil penelitian di PT. Coca-Cola Bottling Indonesia, Jawa Timur secara umum dapat disimpulkan bahwa konsep Total Quality Management telah dilaksanakan dengan baik dan proses di PT.CCBI telah memenuhi standar performansi yang telah ditetapkan dan kemampuan proses produksi yang sudah lebih baik. Akan tetapi untuk mencapai kondisi yang lebih sedikit cacat, berbagai perbaikan masih perlu dilakukan untuk dapat meningkatkan kualitas dari hasil produksi dan diharapkan dilakukan secara terus menerus. Dan dari perbaikan yang dilakukan didapatkan bahwa terjadi peningkatan nilai Cpk untuk Filling height yang semula 0,45 atau 543.320 peluang cacat untuk per satu juta kesempatan menjadi 0,57 atau 439.352 peluang cacat untuk per satu juta kesempatan, untuk Brix yang semula 0,48 atau 517.328 peluang cacat untuk per satu juta kesempatan menjadi 0,61 atau 404.696 peluang cacat untuk per satu juta kesempatan dan untuk Carbonation juga terjadi peningkatan nilai Cpk , yaitu yang semula 0,46 atau 534.656 peluang cacat untuk per satu juta kesempatan menjadi 0,58 atau 430.688 peluang cacat untuk per satu juta kesempatan.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2007/283/050801435
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/138629
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item