BKG

Nugroho, Azhar Zaki (2018) Pengaruh Cara Pengeringan Terhadap Perolehan Kadar Senyawa Bioaktif Dan Aktivitas Antioksidan Dari Daun Dan Kulit Batang Sonneratia Caseolaris Dari Pesisir Pantai Serang, Kabupaten Blitar Jawa Timur. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Pola penyakit masyarakat Indonesia mulai mengalami pergeseran dari penyakit menular menjadi penyakit tidak menular. Secara global penyakit ini menyebabkan sebanyak 36 juta kematian pada tahun 2008. Penyebab utama dari timbulnya penyakit degeneratif disebabkan oleh stress oksidatif dimana terjadinya ketidakseimbangan antara kadar radikal bebas dan antioksidan dalam tubuh. Dampak negatif yang ditimbulkan oleh radikal bebas dapat dapat dihambat oleh aktivitas antioksidan. Sonneratia caseolaris merupakan salah satu sumber antioksidan alami. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas dan kuantitas dari hasil ekstraksi, faktor tersebut adalah suhu pengeringan, ukuran partikel simplisia, jenis pelarut yang digunakan, waktu ekstraksi, suhu maserasi, dan metode ekstraksi. Tahap pertama pada pengolahan produk adalah pengeringan. Proses pengeringan yang kurang tepat akan menyebabkan penurunan senyawa antioksidan dan senyawa bioaktif. Oleh karena itu perlu diketahui metode pengeringan yang tepat untuk menghasilkan senyawa antioksidan dan senyawa bioaktif yang optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode pengeringan terhadap aktivitas antioksidan dan untuk mengetahui adakah terdapat perbedaan kandungan senyawa bioaktif pada ekstrak daun dan kulit batang Sonneratia caseolaris. DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) digunakan sebagai radikal bebas dalam uji aktivitas antioksidan, sedangkan Vitamin C digunakan sebagai kontrol positif. Uji fitokimia dilakukan terhadap senyawa fenol, steroid dan terpenoid. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan faktor metode pengeringan yaitu kering angin (30oC) dan kering oven (40oC). Analisis data menggunakan Two Way ANOVA (Analysis of Variance). Jika terdapat pengaruh yang signifikan maka dilakukan uji lanjutan yaitu uji BNT dengan taraf nyata 5%. Berdasarkan nilai IC50 dapat diketahui bahwa perlakuan pengeringan pada daun Sonneratia caseolaris dengan oven memberikan hasil potensi antioksidan yang lebih baik dibanding pengeringan dengan angin (IC50: 17,213 ppm dibanding 20,121 ppm). Sebaliknya pada sampel kulit batang Sonneratia caseolaris, berdasarkan nilai IC50 perlakuan pengeringan metode angin memberikan hasil yang lebih baik daripada metode oven (IC50: 16,156 ppm dibanding 17,292 ppm). Senyawa bioaktif yang terdapat pada keseluruhan sampel dengan semua perlakuan yaitu fenol dan terpenoid

English Abstract

-

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2018/799/051810773
Uncontrolled Keywords: Kadar Senyawa Bioaktif, Aktivitas Antioksidan, Sonneratia Caseolaris, Pesisir Pantai
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 615 Pharmacology and therapeutics > 615.3 Organics drugs > 615.32 Drugs derived from plants and mikroorganisms
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan
Depositing User: soegeng
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/13724
Text
Azhar Zaki Nugroho.pdf
Restricted to Repository staff only

Download

Actions (login required)

View Item View Item