BKG

EkoRahmatShoumi, (2016) Pengaruh Media Tanam Pada Vertikultur Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kangkung (Ipomoea Reptans. Poir). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Keterbatasan lahan di Indonesia masih menjadi salah satu penyebab rendahnya produksi tanaman di Indonesia. Oleh karena itu diperlukan suatu inovasi sehingga lahan yang sempit dapat dimanfaatkan secara semaksimal mungkin sehingga produksi tanaman dapat meningkat. Vertikultur adalah konsep taman tegak, yaitu tanaman dan elemen taman lainnya yang diatur sedemikian rupa dalam sebuah bidang tegak. Salah satu faktor budidaya vertikultur yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman ialah media tanam yang digunakan. Penggunaan media tanam yang tepat akan memberikan kondisilingkungan yang optimal bagi pertumbuhan tanaman. Salah satu jenis tanaman yang dapat dibudidayakan secara vertikultur adalah tanaman kangkung. Kebutuhan sayuran kangkung cenderung terus meningkat sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi dan banyaknya rumah makan yang menyajikan sayur kangkung sebagai salah satu menunya. Produksi kangkung di Indonesia dapat mencapai 50.000-60.000 kg per hektar (Harjadi dan Suketi, 1999). Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2015di Jl. Bunga Kopi (Kopi Estate) Kota Malang yang terletak pada ketinggian 505 meter diatas permukaan air laut, Kondisi iklim Kota Malang tercatat rata-rata suhu udara berkisar antara 22,2°C – 24,5°C, sedangkan suhu maksimum mencapai 32,3°C dan suhu minimum 17,8°C. Alat yang digunakan dalam penelitian ini antara lain penggaris, gembor, timbangan analitik, kamera, oven, dan LAM. Bahan yang digunakan antara lain benih tanaman kangkung varietas sutera, tanah, kompos, cocopit, arang sekam, paranet, besi, pipa air dan pompa air kecil dan pupuk urea (46% N). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 8 perlakuan. Perlakuan tersebut antara lain M1 : Tanah, M2 : Kompos, M3 : Arang sekam, M4 : Cocopit, M5 : Tanah + Pupuk Kandang Ayam (1:1), M6 : Kompos + Pupuk Kandang Ayam (1:1), M7 : Arang sekam + Pupuk, Kandang Ayam (1:1), M8 : Cocopit + Pupuk Kandang Ayam (1:1). Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga diperoleh 32 satuan percobaan. Pengamatan dilakukan pada komponen pertumbuhan secara destruktif dan pengamatan panen. Interval pengamatan setiap 1 minggu sekali yaitu pada umur 7, 14, 21 dan 28 hst.Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan uji F pada taraf α = 0,05 untuk mengetahui terdapat tidaknya pengaruh nyata dari perlakuan. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa perlakuan media tanam dan pupuk kandang berpengaruh terhadap seluruh parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, luas daun, jumlah daun, bobot segar akar, bobot kering akar, bobot segar tanaman dan bobot kering tanaman. Perlakuan media tanam yang ditambahkan pupuk kandang menghasilkan pertumbuhan yang lebih baik dan produksi yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan media tanam tanpa pupuk kandang. Perlakuan kompos + pupuk kandang memberikan pertumbuhan dan hasil produksi yang terbaik diantara perlakuan-perlakuan lainnya, sedangkan perlakuan arang sekam memberikan pertumbuhan dan hasil yang terendah.

English Abstract

Limited land in Indonesia remains a one cause of the low crop production in indonesia.Hence there should be a land innovation and narrow can be used in optimally so crop production can increase. Verticulture is the concept of park upright, the plants and other elements park arranged in a field upright.One factor cultivation vertical synchronization garden that influence the growth and from the sale of is growing media used.Media uses proper planting will give environmental conditions model for the growth of plants.One crop that can be widely cultivated for vertikultur is a kangkong. The demand of kangkong increase in line with the public awareness about the importance of nutrition and the number of eating which presents a vegetable convolvulus as one its menu. The production of kangkong in indonesia can reach 50.000-60.000 kg per hectare (Harjadi and suketi. 1999). Research carried out in Oktober to November 2015 on Bunga Kopi Street (Kopi Estate) Malang, located at an altitude ± 505 meters above sea level, the climate condition city unfortunate recorded average temperature ranges between 22.2o C – 24.5o C.The tools used in this research is rulers, calipers, cameras, ovens, and LAM. Material used include kangkong seeds, soil, compost, husk, cocopeat, paranet, iron, water pipes and water pumps and urea (46 % N). The study is done by using randomized block design with 8 treatments. Treatments is M1: soil, M2: compost, M3: husk, M4: cocopeat, M5: soil + chicken manure (1: 1), M6: compost + chicken manure (1: 1), M7: husk + chicken manure (1: 1), M8: cocopeat + chicken manure (1: 1). Repeated every treatment as much as 4 times so obtained 32 unit of experiments. The observation is growth components and harvest observation. Observation conducted at the age of 7, 14,21 and 28 DAP. The results of observations data analyzed using F test at α level 0.05 to know there is real in significan fluence of treatment. The research obtained that plant media treatments impact on all parameters observation that is height of plant, leaf area, number of leaves, weight of roots, dry weight of root, fresh weight total plants and weights dry total plants.Treatments that is added by chicken manure have better growth and higher production than the media without chicken manure.Treatments compost + chicken manure 1:1 have the best growth and production, husk have lowest growth and production.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2016/506/051609193
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Sugiantoro
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/135222
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item