BKG

FitrianiRohmatunNufus, (2016) Slow Growth Jeruk Citrumelo (Citrus Paradisi Macfaden Cv. Duncan X Poncirus Trifoliata (L.) Raf) Dalam Kondisi In Vitro: Pengaruh Tipe Dan Konsentrasi Sumber Karbon. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Citrumelo merupakan jeruk hasil persilangan antara Citrus paradisi Macf. dengan Poncirus trifoliata L. Raf. Jeruk citrumelo biasa digunakan sebagai interstock atau rootstock, memiliki banyak keunggulan diantaranya toleran terhadap kekeringan, memiliki ketahanan menengah terhadap kondisi salinitas tinggi, toleran terhadap CTV (Citrus Tristeza Virus), CEV (Citrus Exocortis Viroid), Xylospora serta tahan terhadap nematoda jeruk dan phytopthora (Ray, 2002). Sifat unggul citrumelo merupakan salah satu sumber keragaman genetik yang perlu dikonservasi. Disisi lain, citrumelo memiliki biji rekalsitran. Perkecambahan biji lambat serta sulit untuk menentukan masa panen buah citrumelo, sehingga akan sulit jika dilakukan penyimpanan sumber genetik citrumelo dalam bentuk biji maupun penanaman dilahan. Konservasi in vitro merupakan salah satu teknik konservasi ex-situ yang dapat digunakan. Tujuan utama dalam konservasi secara in vitro, satunya adalah untuk memperlambat pertumbuhan (slow gowth) tanaman. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya slow gowth adalah konsentrasi sumber karbon dan jenis sumber karbon yang slow release. Berbagai perlakuan digunakan untuk menentukan jenis dan konsentrasi sumber karbon yang memberikan respon slow gowth namun eksplan didalamnya tetap hidup dalam kondisi yang baik. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan efektifitas penggunaan sumber karbon dalam mendukung konservasi citrumelo secara in vitro, mendapatkan jenis dan konsentrasi sumber karbon yang paling baik untuk mendukung slow gowth dalam proses konservasi citrumelo secara in vitro. Hipotesis dalam penelitian ini adalah penggunaan jenis dan konsentrasi sumber karbon tertentu dapat memperlambat pertumbuhan dan memperpanjang siklus subkultur. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Somatic Embryogenesis, Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (BALITJESTRO) pada Bulan Desember 2015 hingga Maret 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF), dengan faktor pertama jenis sumber karbon, yaitu Sukrosa (S), Glukosa+Manitol (GM), Glukosa+Sorbitol (GS). Faktor kedua berupa konsentrasi sumber karbon, yaitu 10 gl-1 (10), 20 gl-1 (20), dan 30 gl-1 (30). Variabel yang diamati ialah jumlah tunas, tinggi tunas (cm), bobot segar (mg) dan jumlah daun. Analisa data menggunakan analisis ragam (ANOVA), apabila terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji perbandingan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf nyata 5%. Dilakukan perhitungan persentase penurunan pertumbuhan eksplan, rata-rata laju pertumbuhan dan perhitungan periode subkultur terhadap perlakuan yang paling efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, ekplan pada semua perlakuan selama 90 hst belum membentuk plantlet secara sempurna. Sembilan kombinasi perlakuan menunjukkan eksplan yang ditanam belum membentuk akar. Enam dari sembilan kombinasi perlakuan yaitu sukrosa 10 gl-1, 20 gl-1, 30 gl-1 dan glukosa + sorbitol 10 gl-1, 20 gl-1, 30 gl-1 menunjukkan eksplan yang ditanam telah membentuk daun dan sisanya ,yaitu glukosa+ mannitol 10 gl-1, 20 gl-1 dan 30 gl-1 belum membentuk daun. Dari uji ANOVA pada variabel pengamatan menunjukkan hasil yang berbeda nyata terhadap perlakuan sumber karbon. Penurunan konsentrasi sukrosa dan glukosa + sorbitol dapat menghambat pertambahan bobot segar, jumlah tunas, jumlah daun dan tinggi tunas. Hasil sebaliknya ditunjukkan oleh perlakuan glukosa + mannitol. Perlakuan sukrosa 30 gl-1 memberikan respon pertumbuhan yang paling baik secara umum. Perlakuan glukosa + mannitol memberikan respon pertumbuhan yang paling lambat. Perlakuan glukosa + mannitol 10 – 30 gl-1 merupakan perlakuan terbaik dalam mendukung slow growth dalam upaya konservasi citrumelo. Perlakuan ini mampu mendukung slow growth dengan tetap mempertahankan eksplan tumbuh dan berkembang. Perlakuan ini mampu memperpanjang masa subkultur hingga 5 bulan dibandingkan perlakuan kontrol (sukrosa 30 gl-1).

English Abstract

Citrumelo is result of a cross between grapefruit Citrus paradisi Macf. with Poncirus trifoliata L. Raf. Citrumelo used as interstock or rootstock, has many advantages including drought tolerant, moderately tolerant of salt, tolerant of CTV (Citrus Tristeza Virus), CEV (Citrus Exocortis Viroids), Xylospora and tolerant to orange‘s nematodes and Phytopthora ( Ray, 2002). As superior germplasm and one source of genetic diversity, citrumelo needs to be conserved. On the other hand, citrumelo have recalcitrant seeds. Citrumelo‘s seed germination is slow and difficult to determine the harvest of the fruit, so it will be difficult if the source of genetic citrumelo stored in the form of seeds and planting in the land collection. In vitro conservation is one of the ex-situ conservation techniques which can be used. The main objective in vitro conservation is a slow growth. Some factors of tissue culture component could be used to influence shoot(s) growth and development. One of the important component is the carbon source. Various treatments are used to determine the type and concentration of the carbon source which provides slow gowth response but explants still in good condition. The research objective is to assess effectiveness of carbon source in citrumelo shoot growth and development and to get the best type and concentration of carbon sources for supporting slow growth of Citrumelo‘s shoot(s) during in vitro conservation. The hypothesis of this reseacrh is the use of type and concentration of a particular carbon source can slow the growth and increase of subculture period. Experiment(s) has been conducted from December 2015 until March 2016 at laboratory of somatic embryogenesis, Balitjestro. Batu, Malang. This study use factorial completely randomized design (Ralf), the first factor of the type of carbon source (S = Sucrose, GM = Glucose + Mannitol, GS = Glucose + Sorbitol). The second factor is the concentration of carbon source in the form of (10 = 10 gl-1, 20 = 20 gl-1, and 30 = 30 gl-1). Variable observation are the number of shoots, shoot height (cm), fresh weight (mg) and number of leaves. Data of research is analyzed use analysis of variance (ANOVA), Duncan Multiple Range Test (DMRT) 5%. Relative growth percentage, average of growth rate and subculture periods to the most effective treatment. The results showed that all treatments have not formed a complete plantlets for ninety days after planting. Because all explant not form roots. Treatment of sucrose 10 gl-1, 20 gl-1, 30 gl-1 and glucose + sorbitol 10 gl-1, 20 gl-1, 30 gl-1 has formed leaf, but glucose + mannitol 10 gl-1, 20 gl-1 and 30 gl-1 has not formed leaves. ANOVA showed significant difference in the treatment of a carbon source. Decreasing the concentration of sucrose and glucose + sorbitol can reduce the growth of fresh weight, shoot number, leaf number and height of shoots. However, glucose + mannitol showed the opposite results. Treatment of sucrose 30 gl-1 give the best growth response. While glucose + mannitol treatment response slowest growth. Glucose + mannitol 10 – 30 gl-1 is the best treatment to support the slow growth in citrumelo conservation on this observation. This is due to the treatment was able to support the slow growth but the explant still grow up. This treatment is able to cause increased time of subculture periods until 5 months than the control treatment (sucrose 30 gl-1).

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2016/504/051609191
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Sugiantoro
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/135220
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item