BKG

Karima, SitiSukma (2013) Pengaruh Saat Tanam Jagung dalam Tumpangsari Tanaman Jagung (Zea mays L.) dan Brokoli (Brassica oleracea L. var. botrytis). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Jagung (Zea mays L.) dan brokoli (Brassica oleracea L. var. botrytis) ialah komoditas pertanian yang prospektif untuk dikembangkan di Indonesia. Kedua hasil tanaman ini memiliki permintaan pasar yang tinggi. Ekspor biji jagung Indonesia hanya mencapai 40.000-50.000 ton sedangkan angka impor masih tinggi yaitu sekitar 400.000 hingga 1,8 juta ton per tahun. Sedangkan untuk brokoli termasuk kelompok enam besar sayuran segar yang diekspor Indonesia. Badan Pusat Statistik menyatakan bahwa pendapatan Indonesia dari ekspor sayuran brokoli pada tahun 2000 ialah Rp 49.274.400,- dan meningkat pada tahun 2002 menjadi Rp 78.988.000,-. Di dalam negeri, permintaan produksi sayuran brokoli semakin meningkat terutama di daerah-daerah pariwisata seperti Jakarta, Cipanas, Bandung, Malang, dan Denpasar. Pada tahun 2010-2011, berdasarkan riset Oxfam menunjukkan lahan pertanian meningkat menjadi 37,5%, namun rata-rata kepemilikan lahan tiap petani turun menjadi 0,7 ha dari 1,5 ha. Mengingat kepemilikan lahan oleh petani semakin terbatas, maka diperlukan usaha atau teknik budidaya yang tepat untuk meningkatkan produktivitas lahan, mengurangi resiko kegagalan panen dan meningkatkan hasil produksi serta pendapatan per satuan luas dan waktu yaitu tumpangsari. Namun, budidaya dengan pola tanam ini meningkatkan kompetisi dalam memperebutkan faktor pertumbuhan. Untuk mengurangi kompetisi dari pola tumpangsari jagung dan brokoli, maka dapat dilakukan dengan mengatur saat tanam yang tepat. Oleh karena itu, diperlukan studi lebih lanjut untuk mengetahui saat tanam jagung sebagai tanaman sela yang tepat pada pola tanam tumpangsari antara tanaman jagung dan brokoli agar pertumbuhan dan hasil kedua tanaman optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh saat penanaman benih jagung diantara perlakuan yang dicoba terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung serta brokoli. Penelitian ini juga bertujuan menentukan nilai LER (Land Equivalent Ratio) yang tertinggi pada pola tanam tumpangsari antara tanaman jagung dan brokoli dibandingkan dengan pola tanam monokultur. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini ialah saat penanaman benih jagung yang tepat diantara perlakuan yang dicoba akan menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung serta brokoli yang maksimal dan meningkatkan nilai LER (Land Equivalent Ratio) pada pola tanam tumpangsari antara tanaman jagung dan brokoli. Penelitian dilaksanakan di Desa Tegalweru, Kecamatan Dau, Malang dengan ketinggian ±650 mdpl dengan suhu antara 22-26°C. Penelitian ini merupakan penelitian lapang yang dilaksanakan pada bulan April-September 2012. Alat yang digunakan dalam penelitian antara lain : cangkul, gembor, cetok, penggaris, jangka sorong, timbangan, meteran, kamera digital, oven. Bahan yang digunakan dalam penelitian ialah benih jagung hibrida F1 Bisi 8-16, benih brokoli hibrida F1 Green Magic, pupuk majemuk anorganik NPK 32-10-10, pupuk majemuk anorganik NPK 16-16-16, insektisida dengan bahan aktif Bacillus thuringensis var. Aizawai strain 6C-91 3,8% dan Deltamerin 2,5 EC serta fungisida dengan bahan aktif Benomil 50 %. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 7 perlakuan dan setiap unit percobaan diulang empat kali. Perlakuan tersebut ialah P1: penanaman benih jagung 14 hari sebelum penanaman bibit brokoli; P2: penanaman benih jagung 7 hari sebelum penanaman bibit brokoli; P3 : penanaman benih jagung bersamaan dengan penanaman bibit brokoli; P4: penanaman benih jagung 7 hari setelah penanaman bibit brokoli; P5: penanaman benih jagung 14 hari setelah penanaman bibit brokoli; P6: penanaman benih jagung secara monokultur bersamaan dengan penanaman pada perlakuan P3; P7: penanaman bibit brokoli secara monokultur bersamaan dengan penanaman pada perlakuan P3. Parameter pengamatan untuk respon pertumbuhan pada tanaman jagung dan brokoli akibat perlakuan saat tanam jagung ialah tinggi tanaman, jumlah daun dan luas daun untuk pengamatan pertumbuhan. Sedangkan parameter pengamatan untuk respon produksi meliputi umur panen, diameter tongkol, bobot segar tongkol, bobot kering tongkol, serta bobot pipilan segar dan kering untuk jagung sedangkan parameter pengamatan untuk brokoli meliputi umur muncul bunga, umur panen, diameter bunga, bobot segar dan kering bunga serta bobot segar total tanaman. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (uji F dengan taraf 5%) untuk mengetahui adanya pengaruh perlakuan yang diberikan, dilanjutkan dengan BNT dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penundaan saat tanam tanaman jagung dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman brokoli sebesar 28.14%, namun tidak meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung pada pola tanam tumpangsari. Perlakuan penanaman benih jagung 14 hari setelah penanaman bibit brokoli menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman brokoli yang tertinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya pada pola tanam tumpangsari. Hasil tersebut tidak berbeda nyata dibandingkan dengan penanaman monokultur. Bobot segar bunga brokoli yang diperoleh sebesar 390.58 g.tan-1 dengan hasil mencapai 8.93 ton.ha-1. Tumpangsari antara tanaman jagung dan brokoli dengan perlakuan tersebut juga diketahui memiliki nilai LER (Land Equivalent Ratio) dan R/C rasio yang tertinggi yaitu masing-masing sebesar 1.79 dan 3.09 dibandingkan dengan penanaman monokultur.  

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/203/27/051302083
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Hasbi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132192
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item