BKG

Syarifuddin, (2017) Pengaruh Dua Jenis Pupuk Organik dan Urea pada Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt.). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Jagung manis (Zea mays saccharata Sturt.) atau sweet corn banyak dikembangkan di Indonesia. Permintaan pada komoditas ini cukup tinggi karena memiliki rasa yang lebih manis serta rendah lemak sehingga dapat dikonsumsi bagi penderita diabetes. Namun permintaan yang cukup tinggi pada komoditas ini masih belum dapat terpenuhi karena masih terkendala dengan produksi yang rendah. Produktivitas jagung manis di Indonesia hanya mencapai rata – rata sebesar 8,31 ton ha-1 masih rendah bila dibandingkan dengan potensi hasil jagung manis yang dapat mencapai 14 – 18 ton ha-1 (Muhsanati et al., 2006). Salah satu usaha untuk meningkatkan produksi jagung manis dapat dilakukan melalui pemupukan. Pengelolaan pupuk terpadu ialah sistem yang mencoba mengkombinasikan penggunaan pupuk kimia (anorganik) dan pupuk organik, hal ini disebabkan penurunan kualitas tanah sebagai akibat dari penggunaan pupuk kimia secara terus menerus tanpa diimbangi dengan penggunaan pupuk organik. Salah satu pupuk kimia yang sering digunakan oleh petani adalah pupuk urea. Ketergantungan petani terhadap pupuk urea menyebabkan pupuk ini menjadi langka dipasaran dan sulit untuk didapatkan. Penggunaan pupuk kimia juga hanya mampu menambah unsur hara tanah tanpa memperbaiki sifat fisika dan biologi tanah. Dari berbagai macam permasalahan ini maka perlu dicari alternatif baru untuk mengurangi pemakaian pupuk kimia tanpa menurunkan hasil produksi tanaman, alternatif tersebut adalah melalui penggunaan pupuk organik. Saat ini pupuk organik sudah banyak disediakan dipasaran dengan harga yang terjangkau, salah satu pupuk organik yang sering dipakai adalah pupuk kandang kambing dan vermikompos. Menurut Aribawa et al., (2003) pemberian pupuk urea yang dikombinasikan dengan vermikompos memberikan hasil yang tinggi pada tanaman kacang tanah. Selain itu penggunaan pupuk kimia yang dikombinasikan dengan berbagai macam pupuk organik seperti pupuk kandang kambing, kompos jerami, dan pupuk organik pabrikan dapat meningkatkan hasil produksi padi masing – masing sebesar 14 %, 18 %, dan 27 % dari hasil tanpa perlakuan pupuk organik (Khairatun dan Ningsih, 2013). Dari berbagai referensi tersebut diharapkan penggunaan pupuk urea yang disertai pupuk organik dapat meningkatkan produksi jagung manis. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei – Agustus 2016 di Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Batu Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara jenis pupuk organik dan urea serta mendapatkan jenis pupuk organik dan dosis urea yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Hipotesis yang diajukan ialah terdapat interaksi antara penambahan jenis pupuk organik dengan dosis pupuk urea pada pertumbuhan dan hasil jagung manis serta perlakuan jenis pupuk organik dan penambahan dosis urea dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung manis. Penelitian akan dilaksanakan di Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Batu. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini ialah rancangan acak kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari 2 perlakuan yaitu jenis pupuk organik dan dosis pupuk urea. Faktor jenis pupuk organik (O) terdiri dari 3 taraf, yaitu O0 : tanpa pupuk organik, O1 : pupuk kandang kambing 10 ton ha-1, O2 : vermikompos 10 ton ha-1. Sedangkan faktor dosis urea terdiri dari 3 taraf, yaitu U1: urea 300 kg ha-1, U2 : urea 200 kg ha-1, U3 : urea 100 kg ha-1. Pengamatan dimulai saat tanaman berumur 14 hst, 28 hst, 42 hst, 56 hst, dan panen (70 hst), parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot kering total tanaman, RGR, bobot tongkol berkelobot, bobot tongkol tanpa kelobot, diameter tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol tanpa kelobot, dan Hasil (ton ha-1). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (uji F) pada taraf 5 %. Bila terdapat interaksi atau pengaruh maka dilanjutkan dengan uji perbandingan diantara perlakuan menggunakan uji BNJ dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara jenis pupuk organik dan dosis pupuk urea. Perlakuan jenis pupuk organik memberikan pengaruh nyata hanya pada beberapa parameter pengamatan, yaitu berat kering total tanaman dan RGR. Sedangkan perlakuan dosis urea berpengaruh nyata pada sebagian besar parameter pengamatan, yaitu tinggi tanaman, luas daun, berat kering total tanaman, bobot tongkol berkelobot, bobot tongkol tanpa kelobot, diameter tongkol tanpa kelobot, dan hasil ton ha-1.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2017/99/051702429
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Sugiantoro
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132191
Text
Syarifuddin.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item