BKG

Kurniawan, Puput (2017) Keragaman Genetik dan Daya Hasil Delapan Galur Jagung (Zea mays L.) Generasi S4. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Jagung (Zea mays L.) adalah salah satu tanaman pokok setelah padi yang memiliki peranan yang strategis dan nilai ekonomis di Indonesia sehingga penting dalam sektor pembangunan nasional. Jagung memiliki kandungan gizi yang diperlukan manusia seperti karbohidrat, protein, sehingga memiliki peluang untuk terus dikembangkan. Produksi jagung pipilan pada beberapa tahun terakhir mengalami kondisi yang fluktuatif. Pada tahun 2011 produksi jagung pipilan kering mencapai jumlah 17,64 juta ton ha-1 dan kemudian mengalami kenaikan yang cukup signifikan pada tahun 2012 yaitu sebesar 19,38 juta ton ha-1. Jumlah ini kemudian menurun sebesar 0,87 juta ton ha-1 pada tahun 2013. Pada tahun 2014 produksi jagung di Indonesia kembali mengalami kenaikan menjadi 19,00 juta ton ha-1. Pada tahun 2015 produksi jagung yang di dapatkan sebesar 19,83 juta ton ha-1 pipilan kering. Kebutuhan jagung di Indonesia mencapai angka 13,1 juta ton pada tahun 2015. Untuk memenuhi kebutuhan nasional masyarakat Indonesia yang setiap tahun jumlah penduduknya terus meningkat, maka perlu dilakukan pengembangan terhadap jagung. Ada beberapa cara untuk meningkatkan produksi jagung, salah satunya adalah dengan menggunakan varietas hibrida yang diperoleh dari program pemuliaan tanaman. Hal yang perlu dilakukan dalam pemuliaan varietas hibrida adalah pembuatan galur inbrida, yaitu galur tetua yang homozigot melalui silang dalam (inbreeding). Keberhasilan suatu program pemuliaan tanaman sangat bergantung terhadap nilai keragaman genetik dan nilai heritabilitas. Pada penelitian ini diharapkan jagung generasi S4 yang akan di evaluasi memiliki nilai heritabilitas arti luas dan daya hasil yang tinggi, sehingga dapat berpotensi menjadi tetua dalam pengembangan varietas jagung yang berproduksi tinggi. Penelitian ini akan dilaksanakan di Desa Tugurejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2016 hingga Juli 2016. Alat yang digunakan adalah cangkul, tugal, sabit, penggaris, label, meteran, timbangan digital, kamera, jangka sorong, alat pengukur kadar air (Grain Moisture Tester), dan alat tulis. Bahan yang digunakan adalah 8 galur jagung generasi S4 koleksi Institut Pertanian Bogor. Galur yang digunakan yaitu P83, P84, P4, P66, P80, P39, P75, dan B1. Bahan lain yang di gunakan adalah pupuk urea dosis 300 kg ha-1, pupuk SP36 dosis 100 kg ha-1, pupuk KCl 50 kg ha-1, insektisida dan fungisida. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan terdiri dari 8 galur jagung generasi S4 yang masing masing diulang sebanyak tiga kali, sehingga terdapat 24 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan ditanam dalam barisan berisi 30 tanaman. Jarak tanam yang digunakan adalah 75 x 20 cm dan setiap lubang tanam berisi satu tanaman jagung. Pengacakan dilakukan pada masing – masing ulangan dan pada setiap satuan percobaan diambil 10 tanaman contoh. Variabel yang di amati meliputi tinggi tanaman (cm), diameter batang (cm), umur berbunga jantan (hari), umur berbunga betina (hari), panjang tongkol (cm), diameter tongkol (cm), jumlah baris biji per tongkol, bobot biji per tongkol (g), bobot per tongkol (g), hasil tongkol per plot (kg), hasil biji per plot (kg), kadar air (%), rendemen hasil, dan hasil tongkol. Data yang didapatkan kemudian dianalisis menggunakan analisis varian (ANOVA) Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan uji F pada taraf 5%. Jika hasil yang didapatkan ternyata berbeda nyata maka dilanjutkan dengan menggunakan uji BNJ taraf 5%. Hasil analisis menunjukkan nilai KKG yang didapatkan berkisar antara 1,12% hingga 33,24%, sehingga KKG yang didapatkan memiliki kriteria yang rendah pada semua karakter, kecuali karakter hasil tongkol tanpa kelobot (kg plot-1) dan hasil pipilan (ton ha-1). Pada nilai KKF yang didapatkan bekisar antara 1,86 hingga 40,61% sehingga kriteria yang didapatkan adalah rendah dan agak rendah. Pada nilai heritabilitas arti luas (hbs) didapatkan nilai antara 0,02 hingga 0,81, sehingga kriteria yang didapatkan sebagian besar kriteria tinggi, kecuali karakter pada jumlah biji, hasil tongkol per plot tanpa kelobot (kg plot-1) dan hasil tongkol tanpa kelobot (ton ha-1) yang mendapatkan kriteria yang sedang. Sedangkan untuk karakter diameter batang mendapatkan nilai heritabilitas yang rendah. Galur yang memiliki nilai terbaik berdasarkan karakter konversi hasil pipilannya adalah galur P80, P75, B1, dan P66 yang mendapatkan hasil biji sebesar 3,07 ton ha-1, 4,12 ton ha-1, 4,52 ton ha-1, dan 5,34 ton ha-1.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2017/97/051702427
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Sugiantoro
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132189
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item