BKG

Maghfirah, (2017) Pengaruh Konsentrasi Kolkisin terhadap Jumlah Kromosom dan Pertumbuhan Dua Klon Temulawak (Curcuma xanthorhiza Roxb) Secara In Vitro. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Temulawak (Curcuma xanthorhiza Roxb) termasuk dalam Famili zingiberaceae dan biasa digunakan sebagai bahan baku obat tradisional. Di Jawa terdapat 20 jenis temulawak dengan keunggulan yang berbeda-beda. Klon temulawak UB1 dan BL memiliki keunggulan kadar kurkumin yang lebih tinggi dibandingkan koleksi temulawak yang lain. Kadar kurkumin mencapai 1,25% dan 1,72. Tanaman temulawak tidak dapat menghasilkan biji karena memiliki kromosom triploid sehingga tanaman temulawak memiliki keragaman genetik yang rendah. Salah satu cara untuk memperbaiki genetik tanaman temulawak dalam upaya mendapatkan keragaman genetik baru adalah dengan induksi poliploidi. Poliploidi pada tumbuhan dapat terjadi secara buatan dengan menggunakan zat kimia tertentu, salah satunya adalah kolkisin. Perlakuan konsentrasi kolkisin pada 2 klon temulawak akan memberikan keragaman genetik yang berbeda pula. Tujuan Penelitian ini adalah mempelajari pengaruh pemberian kolkisin pada dua klon temulawak terhadap perubahan jumlah kromosom dan pertumbuhan tanaman. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium kultur jaringan jurusan budidaya pertanian dan lab taksologi jurusan Biologi UB pada bulan November 2015-Desember 2016. Alat yang digunakan dalam penelitian adalah Laminar Air Flow Cabinet (LAFC), autoclave, timbangan analitik, kompor listrik, botol kuljar, pengaduk, gelas beker, pipet, pinset, cawan petri, scalpel, pH meter, panci, burnsen, oven, cuvet, gelas arloji, gelas objek, gelas penutup, preparat, mikroskop ollympus dan kamera. Bahan yang digunakan sebagai eksplan adalah klon temulawak UB1 (Sumenep) dan Balitro (BL). Media dasar Murashige dan Skoog (MS), sukrosa, agar, zat pengatur tumbuh sitokinin 6-benzyl amino purine (BAP), kolkisin, aquades steril, spiritus, plastik penutup, karet gelang, alkohol 70 dan 96%, dithane (mankozeb 80%), bayclin (NaClO) 25%, detergen 2,5%, streptomycin, 8-Hydroxyquinolin, Asam asetat 45%, HCl 1N, Aceto orcein 2%, kertas saring, aceton. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok RAK) dengan 5 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah konsentrasi kolkisin yang berbeda yaitu 0 , 200, 400, 600, dan 800 ppm. sehingga terdapat 10 satuan percobaan. Parameter pengamatan meliputi parameter non destruktif (panjang tanaman, jumlah tunas, jumlah akar, dan jumlah daun) dan parameter destruktif (jumlah kromosom). Data yang didapatkan kemudian dianalisa menggunakan ANOVA apabila berbeda nyata akan dilanjutkan dengan uji BNT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kolkisin mempengaruhi jumlah kromosom dan pertumbuhan kedua klon temulawak. Menekan pertumbuhan pada panjang eksplan, jumlah akar, jumlah daun dan meningktakan pertumbuhan pada pembentukan tunas. Kedua klon respon pada kolkisin konsentrasi 200, 400 dan 600 ppm dan memiliki perubahan jumlah kromosom yang berbeda-beda. Konsentrasi kolkisin 800 ppm baik pada klon Balitro dan Sumenep tidak berpengaruh pada penggandaan kromosom karena menyebabkan tanaman tidak berkembang dan mati.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2017/88/051702418
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Sugiantoro
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132180
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item