BKG

ArifWicaksana, Kukuh (2017) Potensi Hasil Oyong (Luffa Acutangula) Melalui Letak Benih. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

M.Agr.Sc., Ph.D. sebagai Dosen Pembimbing Utama. Tanaman oyong atau gambas merupakan tanaman semusim termasuk famili Curcubitaceae, berasal dari India, namun telah beradaptasi baik di Asia Tenggara termasuk Indonesia. Buah muda adalah bagian yang dikonsumsi. Ukuran benih sering dipakai sebagai acuan dalam menentukan kualitas dari benih tersebut. benih yang berukuran besar dianggap lebih baik dari pada benih kecil. Hal ini berhubungan dengan kandungan cadangan makanan, pada benih ukuran besar mengandung cadangan makanan yang lebih banyak. Bentuk buah tanaman oyong yang panjang memungkinkan terjadinya deposit asimilat yang berbeda pada benih oyong. Perbedaan asimilat ini akan berdampak terhadap mutu benih. Posisi benih atau buah pada tanaman dapat berdampak secara morfologi, massa dan karakter perkecambahan. Posisi benih merupakan faktor dari dalam benih yang mungkin mempengaruhi benih secara fisik seperti berat dan fisiologis seperti viabilitas. Potensi hasil adalah suatu keadaan yang memungkinkan untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan hal tersebut dapat terjadi karena ditunjang oleh faktor yang ada pada tanaman diantaranya perkecambahan dan keandaan tanaman dilapang yang mungkin dipengaruhi oleh posisi benih. Penelitian dilaksanakan di Desa Karang Talun Kecamatan Kras Kabupaten Kediri dengan ketinggian 67 m dpl. Penelitian dilakukan bulan April- Juli 2016. Alat yang adalah nampan, gunting, kertas label, sprayer, dan spidol. Sedangkan alat pengukur yang digunakan dalam pengamatan ialah penggaris, timbangan analitik, kamera, alat tulis, ajir dan tali kenteng dan bahan tanam buah oyong yang berumur 110 hari. Buah dibagi menjadi 3 bagian sama panjang (10 cm). Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu Biji Bagian Atas (B1), Biji Bagian Tengan (B2), Biji Bagian Bawah (B3) dengan 4 kali ulangan. Parameter pengamatan antara lain ukuran benih, jumlah biji, daya berkecambah, kecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh, indeks vigor, berat 100 butir benih, panjang tanaman, jumlah daun, luas daun per daun dan panjang akar serta potensi panen. Berdasarkan hasil penelitian Benih yang berasal dari bagian ujung (B1) dan benih yang berasal dari bagian tengah (B2) memiliki pengaruh terhadap ukuran benih, bobot 100 butir, jumlah benih dan uji mutu fisiologis seperti uji daya kecambah, vigor, kecepatan tumbuh dan keserempakan tumbuh lebih baik jika dibandingkan dengan benih yang berasal dari bagian pangkal (B3). Benih yang berasal dari ujung (B1), yang berasal dari tengah (B2) dan yang berasal dari pangkal (B3) tidak tidak berbeda nyata terhadap parameter pengamatan dilapang seperti panjang tanaman, jumlah daun, luas daun per daun, panjang akar serta tidak memberikan perbedaan terhadap potensi hasil yang didapatkan.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2017/83/051702413
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Sugiantoro
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132174
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item