BKG

Kurnia, Asfin (2017) Respon Dua Varietas Tomat (Lycopersicon Esculentum Mill.) Terhadap Aplikasi Berbagai Konsentrasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria (Pgpr) Pada Kondisi Salin. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) adalah komoditas hortikultura dari famili Solanaceae yang banyak dibutuhkan masyarakat. Namun, produksi tomat mengalami penurunan pada tahun terakhir. Salah satu faktor yang menyebabkan penurunan produksi tomat adalah berkurangnya luas lahan produktif. Perkembangan populasi penduduk menyebabkan alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan perindustrian, pemukiman dan jaringan transportasi. Hal ini mengakibatkan semakin berkurangnya lahan pertanian, termasuk lahan produktif untuk komoditas tomat. Usaha penambahan areal tanam ke lahan sub optimal termasuk lahan salin menjadi alternatif pengembangan tanaman tomat. Lahan salin belum dimanfaatkan secara optimal karena terkendala oleh tingginya konsentrasi garam yang dapat menyebabkan penurunan produksi tomat. Upaya peningkatan produksi tomat di lahan salin dapat dilakukan melalui penggunaan varietas tahan salin dan aplikasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR). PGPR mampu mengurangi serapan Na+, membantu penyediaan hara bagi tanaman, dan membantu dekomposisi bahan organik sehingga dapat mendukung pertumbuhan dan meningkatkan produksi tanaman (Glick, 1995). Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh aplikasi berbagai konsentrasi PGPR terhadap pertumbuhan dan hasil dua varietas tomat pada kondisi salin. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga September 2016 di rumah kaca Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Alat yang digunakan ialah plastik semai, polybag kapasitas 8 kg, handsprayer, timbangan digital, chlorophyll meter SPAD-502, Leaf Area Meter (LAM), EC meter, label, dan kamera digital. Bahan yang digunakan ialah tanah alfisol, kompos, pupuk kandang sapi, larutan garam kasar sebagai NaCl, benih tomat varietas Mutia dan varietas Tymoti, PGPR (Azotobacter sp., Azospirillum sp., Pseudomonas sp., Bacillus sp. dan cendawan Aspergillus sp.), pupuk NPK 15:15:15, dan pestisida. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan tiga kali ulangan. Faktor pertama ialah konsentrasi PGPR yaitu 0 ml/L; 7,5 ml/L; 15 ml/L; dan 22,5 ml/L. Faktor kedua ialah varietas tahan salinitas yaitu Tymoti dan Mutia. Pengamatan pertumbuhan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, indeks klorofil, bobot kering tajuk dan bobot kering akar per tanaman. Pengamatan hasil meliputi umur awal berbunga, jumlah bunga per tanaman, presentase buah jadi, jumlah buah per tanaman, bobot per buah dan bobot buah per tanaman. Pengamatan fisiologis tanaman meliputi kadar prolin, serapan unsur hara N, serapan unsur hara P, dan nisbah K/Na. Pengamatan tanah yaitu daya hantar listrik tanah (DHL) media tanam; sifat kimia tanah sebelum tanam dan saat panen meliputi : pH, N, P, K, Na. Data pengamatan yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (uji F) pada taraf 5%. Apabila hasil uji diperoleh pengaruh perlakuan yang nyata maka dilanjutkan dengan uji BNJ pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian PGPR pada media tanam tomat dalam kondisi salin mampu memberikan pertumbuhan dan hasil yang lebih baik dibandingkan perlakuan tanpa pemberian PGPR pada kedua varietas. Varietas Tymoti dan Mutia memberikan respon pertumbuhan dan hasil yang sama terhadap berbagai konsentrasi PGPR. Pemberian PGPR 15 ml/L mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah buah dan bobot buah per tanaman. Penurunan kadar prolin terbesar yaitu 35% terdapat pada perlakuan PGPR 22,5 ml/L. Pemberian PGPR tidak meningkatkan indeks klorofil, jumlah bunga per tanaman dan presentase buah jadi. Pemberian PGPR juga belum mampu meningkatkan serapan unsur hara N, serapan unsur hara P, dan nisbah K/Na. Varietas Tymoti menghasilkan jumlah daun, luas daun, berat kering total, presentase buah jadi, jumlah buah, dan bobot buah per tanaman yang lebih tinggi dibandingkan varietas Mutia, namun indeks klorofil dan bobot per buah varietas Mutia lebih besar dibandingkan varietas Tymoti. Varietas Tymoti memiliki umur awal berbunga yang lebih cepat dibandingkan varietas Mutia. Perbedaan varietas tidak mempengaruhi tinggi tanaman dan jumlah bunga. Varietas Mutia memiliki serapan unsur hara P dan nisbah K/Na yang lebih besar dibandingkan varietas Tymoti, sedangkan serapan unsur hara N pada varietas Tymoti sama dengan varietas Mutia.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2017/76/051702177
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Sugiantoro
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132166
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item