BKG

RahmaKartika, Luki (2017) Pengaruh Pemberian Dosis Pupuk Nitrogen Dan Frekuensi Penyiangan Gulma Pada Hasil Tanaman Ubi Jalar (Ipomoea Batatas L.). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Ubi jalar (Ipomoea batatas L.) ialah tanaman pangan yang dimanfaatkan umbinya. Menurut data BPS (2015), produktivitas ubi jalar di Indonesia tergolong rendah, yaitu sebesar 15.37 t ha-1 dibandingkan potensi produksi hasil yang bisa mencapai 30 t ha-1. Produksi ubi jalar yang masih rendah dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya adalah keberadaan gulma dan pemupukan yang tidak berimbang. Menurut Abadi (2013) penurunan produksi ubi jalar akibat gulma mencapai 50% yaitu dengan hasil sebesar 18.6 t ha-1 dari perkiraan hasil sebesar 37.05 t ha-1. Dosis pupuk yang tepat menghasilkan pertumbuhan tanaman optimal. Penyiangan gulma pada tanaman budidaya dapat mengurangi kompetisi antara gulma dan tanaman budidaya, sehingga pertumbuhan tanaman optimal. Pengaturan dosis pupuk Nitrogen dan frekuensi penyiangan gulma diharapkan dapat memberikan pengaruh yang nyata pada hasil ubi jalar. Penelitian dilaksanakan selama 4 bulan yaitu bulan Juni hingga Oktober 2016 di UPT Pengembangan Benih Palawija Singosari, Jl. Raya Randuagung, No. 120 Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 8 kombinasi perlakuan yaitu P1 (Pupuk N 50 kg ha-1 + Tanpa penyiangan), P2 (Pupuk N 50 kg ha-1 + Penyiangan 15 HST), P3 (Pupuk N 50 kg ha-1 + Penyiangan 15, 30 HST), P4 (Pupuk N 50 kg ha-1 + Penyiangan 15, 30, 45 HST), P5 (Pupuk N 100 kg ha-1 + Tanpa penyiangan), P6 (Pupuk N 100 kg ha-1 + Penyiangan 15 HST), P7 (Pupuk N 100 kg ha-1 + Penyiangan 15, 30 HST), P8 (Pupuk N 100 kg ha-1 + Penyiangan 15, 30, 45 HST) dan dilakukan 4 kali ulangan pada tiap perlakuan. Pengamatan pertumbuhan yang dilakukan pada 60, 70, 80, dan 90 HST meliputi pengamatan jumlah daun, rata-rata luas daun, panjang tanaman, jumlah umbi, bobot segar umbi, bobot kering umbi, bobot segar total tanaman dan bobot kering total tanaman. Pengamatan panen dilakukan saat paenen yaitu pada umur 100 HST meliputi pengamatan jumlah umni, bobot segar umbi, bobot kering umbi dan bobot hasil per hektar. Selain itu, juga dilakukan pengamatan analisis vegetasi yang dilakukan sebelum olah tanah, 15, 30 dan 4 HST pengamatan meliputi dominasi gulma dan bobot kering gulma. Analisis data menggunakan analisis uji ragam (uji F) dengan taraf nyata 5%. Selanjutnya untuk mengetahui perbedaan diantara perlakuan dilakukan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Terdapat tiga gulma dominan diantaranya Portulaca oleraceae L., Eleusine indica (L.) Gaertn dan Cyperus rotundus L. Perlakuan dosis pupuk N 100 kg ha-1 + penyiangan 3 kali dan perlakuan dosis pupuk N 100 kg ha-1 + penyiangan 2 kali tidak berbeda nyata dengan perlakuan dosis pupuk N 50 kg ha-1 dan penyiangan 3 kali terhadap parameter pertumbuhan antara lain jumlah daun, luas daun, jumlah cabang, jumlah umbi, bobot segar dan bobot kering umbi. Perlakuan P8 (pupuk N 100 kg ha-1 + penyiangan 3 kali) memberikan hasil umbi 24.28 t ha-1 dan keuntungan yang optimal dibandingkan dengan perlakuan lainnya sebesar Rp. 23.614.000.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2017/71/051702172
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Sugiantoro
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132161
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item