BKG

Safira, Ajla (2017) Aplikasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dan Frekuensi Pemangkasan Pucuk terhadap Pertumbuhan dan Jumlah Bunga Tapak Dara (Catharanthus roseus (L.) G. Don). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Tapak dara (Catharanthus roseus) ialah tanaman hias jenis semak yang memiliki warna bunga yang terang dan menarik, termasuk dalam famili Apocynaceae berasal dari benua Amerika. Saat ini, diketahui bahwa hasil dari budidaya tapak dara pot masih belum memenuhi kriteria layak jual berdasarkan preferensi konsumen. Menurut Ratnasari (2000) kriteria layak jual tanaman tapak dara pot berdasarkan preferensi konsumen pada suatu perusahaan tanaman hias di Bogor, yaitu PT. Bina Usaha Flora adalah bunga telah mekar (jumlah banyak), kuncup bunga banyak, dan tanaman kompak. Upaya yang dapat dilakukan untuk memenuhi preferensi konsumen tersebut ialah aplikasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) yang berperan sebagai biofertilizer dan biostimulan sehingga mendukung pertumbuhan tanaman serta pemangkasan pucuk pada tanaman akan membuat karbohidrat yang tersedia dimanfaatkan untuk pembentukan bakal bunga. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi PGPR 108 cfu/ml dan frekuensi pemangkasan pucuk terhadap pertumbuhan dan jumlah bunga tapak dara. Hipotesis dari penelitian yaitu aplikasi PGPR 108 cfu/ml dan pemangkasan pucuk 3 kali memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan jumlah bunga tapak dara. Penelitian dilaksanakan di screenhouse yang berlokasi di Jl. Puncak Joyoagung, Kel. Merjosari, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur yang berlangsung pada bulan Maret sampai Juni 2016. Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini ialah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 8 perlakuan yang diulang 4 kali yaitu (P0): tanpa PGPR+tanpa pemangkasan pucuk (kontrol), (P1): tanpa PGPR+pemangkasan pucuk 1 kali, (P2): tanpa PGPR+ pemangkasan pucuk 2 kali, (P3): tanpa aplikasi PGPR+pemangkasan pucuk 3 kali, (P4): aplikasi PGPR+tanpa pemangkasan pucuk, (P5): aplikasi PGPR+ pemangkasan pucuk 1 kali, (P6): aplikasi PGPR+pemangkasan pucuk 2 kali, dan (P7): aplikasi PGPR+pemangkasan pucuk 3 kali. Analisis data menggunakan analisis ragam (uji F) pada taraf 5% untuk mengetahui pengaruh perlakuan. Hasil analisis ragam yang berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5% untuk mengetahui pengaruh diantara perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan aplikasi PGPR dan pemangkasan pucuk 2 kali meningkatkan panjang cabang, jumlah daun, luas daun, jumlah bunga per cabang dan tanaman, berat basah total tanaman, berat kering tajuk tanaman, dan pertumbuhan akar dibandingkan perlakuan tanpa aplikasi PGPR dan tanpa pemangkasan pucuk (kontrol) pada tanaman tapak dara. Perlakuan aplikasi PGPR dan pemangkasan pucuk 3 kali meningkatkan jumlah cabang dibandingkan perlakuan kontrol. Perlakuan dengan aplikasi PGPR dan pemangkasan pucuk 2 kali meningkatkan 9 kali jumlah bunga per tanaman dan perlakuan dengan aplikasi PGPR dan pemangkasan pucuk 3 kali hanya meningkatkan 5 kali jumlah bunga per tanaman lebih tinggi dari perlakuan kontrol. Hal tersebut dikarenakan pemangkasan 3 kali, tanaman telah memasuki fase generatif awal sehingga pertumbuhan vegetatif tanaman terganggu.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2017/70/051702132
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Sugiantoro
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132160
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item