BKG

Diyah, SulindaIstining (2017) Pengaruh Jumlah dan Frekuensi Pemberian Air pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Edamame (Glycine max L. Merril. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kedelai sayur (Glycine max L. Merril) atau biasa disebut edamame ialah salah satu jenis leguminose yang termasuk ke dalam kategori tanaman sayuran (Green Soybean Vegetable). Berbeda dengan kedelai biasa yang ditujukan untuk bahan konsumsi masyarakat dalam bentuk (tahu, tempe, susu dan kecap), sedang kedelai sayur ditujukan untuk mendapatkan biji dan polong segar. Tanaman edamame umumnya ditanam di lahan sawah sepanjang musim, sehingga kendala utama ialah rendahnya tingkat ketersediaan air pada musim kemarau serta kelebihan air di musim penghujan. Air merupakan senyawa yang penting untuk keberlangsungan hidup tanaman, karena air berfungsi sebagai komponen pelarut, sebagai translokasi asimilat dan menjadi salah satu bahan untuk melakukan proses fotosintesis (Don, Hadibroto dan Emir, 2000). Kekurangan air pada tanaman akan mengakibatkan terganggunya aktifitas morfologis dan fisiologis, sehingga terhentinya pertumbuhan. Sedangkan kelebihan air pada tanaman dapat menyebabkan menurunnya suplai oksigen pada daerah perakaran tanaman sehingga tanaman sulit untuk berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh jumlah dan frekuensi pemberian air pada pertumbuhan dan hasil tanaman edamame serta menentukan jumlah dan frekuensi pemberian air yang optimum untuk pertumbuhan dan hasil tanaman edamame. Sedangkan untuk hipotesis yang diajukan adalah pemberian air dalam jumlah dan frekuensi yang berbeda akan diperoleh pertumbuhan dan hasil edamame (Glycine max L. Merril) yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai Agustus 2016 di green house Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Malang Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot) dengan 3 kali ulangan, dengan menempatkan jumlah pemberian air pada petak utama yang terdiri dari, J1: 300 mm/musim, J2: 400 mm/musim, J3: 500 mm/musim dan J4: 600 mm/musim, sedangkan frekuensi pemberian air diletakkan pada anak petak yang terdiri dari, F1: penyiraman 1 hari sekali, F2: penyiraman 2 hari sekali dan F3: penyiraman 3 hari sekali. Pengamatan dilakukan secara destruktif dengan mengambil 2 tanaman contoh untuk setiap kombinasi perlakuan. Pengamatan dilakukan pada saat tanaman berumur 15 hst, 30 hst, 45 hst, 60 hst dan panen yang meliputi komponen pertumbuhan, komponen hasil, panen, analisis pertumbuhan tanaman dan lingkungan mikro tanaman. Data pengamatan yang telah diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (uji F) pada taraf 5%. Apabila terdapat interaksi maupun pengaruh nyata dari perlakuan, maka dilanjutkan dengan uji perbandingan antar perlakuan denga menggunakan Uji Beda Nyata (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi nyata antara jumlah dan frekuensi pemberian air pada parameter bobot segar akar dan jumlah polong per tanaman, dan hasil tertinggi didapatkan pada perlakuan 600 mm/musim yang diberikan 3 hari sekali. Jumlah pemberian air tidak memberikan pengaruh nyata pada seluruh komponen pertumbuhan dan hasil yang diamati. Sedangkan frekuensi pemberian air memberikan pengaruh nyata pada sebagian besar parameter pengamatan, kecuali bobot kering total tanaman dan bobot polong per tanaman. Pemberian air sebanyak 300 mm/musim yang diberikan 1 hari sekali lebih efisien untuk pertumbuhan dan hasil tanaman edamame.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2017/6/051702888
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132149
Text
FULL TEXT.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item