BKG

RahmaPutri, Syafrilia (2017) Regenerasi Embrio Pisang Liar melalui Kultur In Vitro dengan menggunakan Aplikasi Sukrosa, Benzyl Adenine dan Polyvinylpirrolidone. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Pisang (Musa spp.) adalah buah-buahan penting di Indonesia maupun dunia. Indonesia dan Asia Tenggara sebagai pusat keragaman pisang, memiliki banyak jenis pisang termasuk berjenis-jenis pisang liar. Namun, saat ini masalah penyakit layu akibat jamur Fusarium, layu bakteri atau layu darah, dan virus bunchy top cukup menurunkan produksi dan menghancurkan pertanaman pisang. Oleh karena itu, perlu dilakukan usaha pelestarian guna menghindari kepunahan genotipe atau plasma nutfah pisang liar yang ada di Indonesia melalui metode regenerasi kultur embrio dengan mencari komposisi media kultur terbaik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui formulasi media yang optimal melalui penggunaan benzyl adenine (BA), polyvinylpirrolidone (PVP), dan sukrosa untuk pertumbuhan eksplan embrio pisang liar, serta mengetahui pengaruh BA, PVP, dan sukrosa dalam media in vitro terhadap perkecambahan dan pertumbuhan embrio pisang liar SPN-21. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2015 sampai Mei 2016 bertempat di Laboratorium Kultur Jaringan, Kelompok Peneliti Biologi Sel dan Jaringan, BalaiBesar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian (BB Biogen), Cimanggu, Bogor. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap. Setiap perlakuan diulang 5 kali dan satu ulangan terdiri dari 6 embrio, sehingga total biji embrio dalam penelitian ini yaitu 360 embrio. Hasil pengamatan dalam bentuk data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan uji analisis ragam (ANOVA) dengan taraf kepercayaan 5%. Apabila hasil pengujian menunjukkan pengaruh nyata maka selanjutnya dilakukan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 5%. Peubah yang di amati yaitu persentase eksplan hidup, persentase eksplan tumbuh, jumlah tunas, skoring jumlah akar, jumlah daun dan tinggi tunas. Pada karakter pengamatan rata-rata persentase daya tumbuh dan rata-rata jumlah tunas perlakuan yang tertinggi yaitu media yang berformulasi MS ditambahkan sukrosa 4% dan BA 0.5 mg/l (M7). Pada karakter pengamatan rata-rata jumlah perlakuan yang mengalami pertumbuhan tertinggi terjadi pada media berformulasi MS ditambahkan sukrosa 4% (M8). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Formulasi media dengan penambahan sukrosa, BA dan PVP tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap persentase daya hidup, rata-rata jumlah akar dan tinggi tunas. Pada persentase daya hidup embrio pisang SPN21 tidak menghendaki formulasi media yang kompleks. Formulasi media dengan penambahan sukrosa, BA dan PVP memberikan pengaruhyang nyata terhadap persentase daya tumbuh, rata-rata jumlah tunas dan rata-rata jumlah daun. Penambahan sukrosa 4% pada media merupakan formulasi yang tepat untuk kultur regenerasi embrio pisang liar SPN21.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2017/57/051702060
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Sugiantoro
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132146
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item