BKG

Ruliwicaksono, MuhammadRizky (2017) Pengaruh Dosis Blotong Tebu Dan Pupuk Urea Pada Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) adalah salah satu komoditas tanaman sayuran penting di Indonesia yang dibutuhkan dalam jumlah besar oleh masyarakat. Tanaman jagung manis memiliki beberapa kegunaan antara lain sebagai bahan baku industri makanan (mie, tepung, dan keripik), bahan baku bioetanol dan pakan ternak. Produksi yang fluktuatif disebabkan oleh aplikasi teknologi budidaya masih rendah, terutama dalam teknologi pemupukan. Telah diketahui bahwa tanaman jagung manis, sangat respon terhadap pemberian pupuk nitrogen. Dosis rekomendasi pupuk nitrogen yang berkembang dalam teknik budidaya tanaman jagung manis berbeda-beda di setiap daerah, sedangkan penggunaan pupuk nitrogen anorganik yang berlebihan secara terus menerus akan berpengaruh negatif terhadap sifat-sifat tanah. Salah satu cara untuk mengurangi dampak penggunaan pupuk anorganik adalah dengan menambahkan bahan organik. Salah satu jenis bahan organik alami yang tersedia dan mudah didapatkan adalah blotong tebu. Blotong tebu adalah limbah padat produk stasiun pemurnian nira, diproduksi sekitar 3,8 % dari tebu yang digiling (Sutrisno et al., 2009). Diharapkan melalui penelitian ini akan diperoleh informasi kombinasi dosis pemberian blotong tebu dan dosis pupuk urea yang tepat sehingga mampu meningkatkan produktivitas tanaman jagung manis. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui apakah pemberian blotong dapat mengurangi pemberian pupuk urea pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis, dan (2) untuk menentukan dosis pupuk blotong dan dosis pupuk urea yang sesuai pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Hipotesis yang diajukan adalah dosis kombinasi pupuk blotong dan pupuk urea yang berbeda menunjukkan respon yang berbeda pula pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian dilaksanakan di Dusun Sekarputih Desa Pendem Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Provinsi Jawa Timur dengan ketinggian wilayah 600 mdpl. Suhu rata-rata 28°C dan kelembaban 78%. Penelitian dilaksanakan dari bulan April 2016 sampai Juni 2016. Alat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi gembor, tugal, kamera, timbangan, LAM (Leaf Area Meter) dan oven. Bahan yang digunakan meliputi benih tanaman jagung manis (varietas Talenta), pupuk blotong, pupuk urea (46% N), pupuk SP-36 (36% P2O5) dan pupuk KCl (60% K2O). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan kombinasi 2 faktor dan 3 ulangan meliputi : tanpa pupuk blotong + tanpa pupuk urea (B0N0), tanpa pupuk blotong + pupuk urea 125 kg ha-1 (B0N1), tanpa pupuk blotong + pupuk urea 250 kg ha-1 (B0N2), pupuk blotong 125 kg ha-1 + tanpa pupuk urea (B1N0), pupuk blotong 125 kg ha-1 + pupuk urea 125 kg ha-1 (B1N1), pupuk blotong 125 kg ha-1 + pupuk urea 250 kg ha-1 (B1N2), pupuk blotong 250 kg ha-1 + tanpa pupuk urea (B2N0), pupuk blotong 250 kg ha-1 + pupuk urea 125 kg ha-1 (B2N1), pupuk blotong 250 kg ha-1 + pupuk urea 250 kg ha-1 (B2N2). Pengamatan pertumbuhan tanaman dilakukan pada saat tanaman berumur 18, 36 dan 54 hst, meliputi : indeks luas daun dan laju pertumbuhan tanaman. Pengamatan panen meliputi : diameter tongkol tanpa klobot, panjang tongkol tanpa klobot, bobot segar tongkol berkelobot, bobot segar tongkol tanpa klobot, dan hasil panen per hektar. Analisis penunjang yang diperlukan adalah analisis tanah awal dan akhir yang meliputi : N, C-Organik, C/N, dan BO. Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan uji F pada taraf 5% untuk mengetahui terjadi atau tidak terjadi pengaruh nyata dari perlakuan yang diberikan. Apabila terdapat interaksi atau pengaruh nyata dari perlakuan, maka dilanjutkan dengan uji BNJ pada taraf p = 0,05. Interaksi antar faktor perlakuan terjadi pada parameter pengamatan pertumbuhan tanaman jagung manis, sedangkan pengamatan panen tidak menunjukkan interaksi antar faktor perlakuan. Interaksi terjadi pada pengamatan awal pertumbuhan tanaman, yakni indeks luas daun pada umur tanaman 18 dan 36 hst, sedangkan laju pertumbuhan tanaman pada umur 18 hst. Faktor perlakuan pupuk blotong dan pupuk urea menunjukkan pengaruh nyata pada pengamatan indeks luas daun dan laju pertumbuhan tanaman, sedangkan pada pengamatan panen tidak menunjukkan pengaruh nyata. Perlakuan pupuk blotong tidak menunjukkan pengaruh nyata pada beberapa parameter pertumbuhan dan hasil namun dapat meningkatkan kesuburan tanah. Berdasarkan hasil percobaan tersebut dapat direkomendasikan bahwa dengan dosis blotong sebesar 125 kg ha-1 mampu mengoptimalkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2017/46/051701599
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132134
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item