BKG

Rinaldi, RidwanAries (2017) Pengaruh Pemberian Hidrogen Sianamida 520 g/L Terhadap Pertumbuhan Tunas dan Hasil Tanaman Anggur (Vitis vinifera L. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Anggur merupakan tanaman buah berupa perdu merambat yang termasuk ke dalam keluarga Viteceae. Tanaman ini berasal dari daerah yang beriklim sedang (sub tropis), namun sudah dapat beradaptasi di Indonesia yang beriklim tropis dengan adanya beberapa varietas introduksi yang telah dikembangkan. Pada awalnya penanaman anggur dengan varietas unggul lokal diharapkan dapat menjadi salah satu komoditas tanaman buah yang dapat bersaing di pasar dalam negeri, sekaligus menekan angka impor buah anggur yang semakin tinggi. Namun kenyataan yang terjadi sekarang hasil produksi tanaman anggur lokal menunjukan penurunan khusus nya di daerah Jawa Timur. Pada tahun 2011 produksi anggur mencapai angka 330 ton, lalu pada tahun 2012 mengalami peningkatan dengan angka produksi 332 ton. Namun pada tahun 2013 produksi anggur mengalami penurunan secara signifikan sebesar 43% dengan angka produksi 188 ton. (Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, 2014). Produktivitas tanaman anggur di daerah tropis dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya waktu pertumbuhan tunas baru setelah pemangkasan. Dormansi berkepanjangan setelah pemangkasan dapat menyebabkan pemecahan tunas baru menjadi terhambat serta tidak merata, sehingga tingkat produksi buah anggur ketika panen akan mengalami penurunan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian ZPT yang merangsang aktifnya sel-sel tanaman dan mampu memecah masa dormansi yang terjadi pada mata tunas tanaman anggur. Hidrogen sianamida adalah suatu zat pengatur tumbuh atau (ZPT) yang memiliki cara kerja sebagai penghambat enzim katalase yang berperan dalam penguraian hidrogen peroksida (H2O2) menjadi air dan oksigen. Dengan terjadinya penghambatan tersebut hidrogen peroksida diuraikan pada lintasan pentosa fosfat oksidatif. Dengan peningkatan laju lintasan pentosa fosfat, dihasilkan lebih banyak substansi yang mendasari pertumbuhan baru sehingga dapat merangsang pemecahan mata tunas dorman pada tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh konsentrasi pada Hidrogen Sianamida 520 g/l yang efektif terhadap pertumbuhan mata tunas dan hasil tanaman anggur. Hipotesis yang diajukan pada penelitian ini adalah perbedaan konsentrasi Hidrogen Sianamida 520 g/l yang diberikan pada setiap perlakuan dapat menunjukkan pertumbuhan mata tunas dan hasil tanaman anggur yang berbeda. Penelitian telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (BALITJESTRO) Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur pada bulan April sampai Juni 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu pemberian ZPT dengan 5 taraf perlakuan antara lain (K0) : Kontrol (tanpa disemprot ZPT), (K1) : Hidrogen Sianamida 520 g/l konsentrasi 2,5% (25 ml/l/pohon), (K2) : Hidrogen Sianamida 520 g/l konsentrasi 5% (50 ml/l/pohon), (K3) : Hidrogen Sianamida 520 g/l konsentrasi 7,5% (75 ml/l/pohon), (K4) : Hidrogen Sianamida 520 g/l konsentrasi 10% (100 ml/l/pohon). Semua perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Alat yang digunakan dalam penelitian meliputi alat semprot/sprayer, gelas ukur, ember, timbangan analitik, meteran, label, plastik, alat tulis, dan alat dokumentasi. Bahan yang digunakan adalah tanaman Anggur varietas Kediri Kuning yang berumur 8 tahun dan sudah berproduksi selama 6 tahun. ZPT yang digunakan adalah Hidrogen Sianamida 520 g/l. Variabel pengamatan yang dilakukan adalah pengamatan pertumbuhan tunas dan komponen hasil tanaman anggur serta pengamatan kualitatif fitotoksisitas. Pengamatan pertumbuhan tunas meliputi waktu munculnya tunas, jumlah tunas vegetatif per cabang, jumlah tunas generatif per cabang, jumlah daun per tunas dan panjang tunas. Pengamatan komponen hasil meliputi jumlah tandan bunga/pohon, jumlah tandan buah/pohon, jumlah buah/tandan, jumlah buah/cabang, bobot buah/tandan bobot buah/cabang, dan bobot buah/pohon. Data yang diperoleh dari hasil pengamatan dianalisis menggunakan sidik ragam atau uji F pada taraf kesalahan 5% untuk mengetahui nyata tidaknya pengaruh dari perlakuan dan dilanjutkan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) apabila terdapat beda nyata antar perlakuan dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hidrogen sianamida mampu mempercepat waktu pemecahan tunas pada tanaman anggur. Perlakuan hidrogen sianamida dengan tingkat konsentrasi 2,5% (K1), 5% (K2) dan 7,5% (K3) efektif mempercepat munculnya tunas. Hasil penilitian juga menunjukkan aplikasi hidrogen sianamida pada tingkat konsentrasi 2,5% (K1) dan 5% (K2) memberikan hasil rerata yang paling baik pada parameter panjang tunas ketika 8 MSA serta jumlah tunas generatif per cabang. Pada konsentrasi 2,5% hidrogen sianamida mampu meningkatkan jumlah tandan bunga per pohon. Namun pada parameter hasil, perlakuan zat pengatur tumbuh hidrogen sianamida tidak dapat meningkatkan hasil buah tanaman anggur (jumlah tandan buah per pohon, jumlah bua per cabang, jumlah buah per tandan, bobot buah per pohon, bobot buah per cabang, dan bobot buah per tandan).

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2017/4/051701402
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132128
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item