BKG

Salori, Agy (2017) Pengaruh Dosis Kompos dan Pupuk Fosfor terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kentang (Solanum tuberosum L.) Varietas DTO 28 di Dataran Medium. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Produksi nasional kentang pada tahun 2013-2014 menurut Kementerian Pertanian (2015) relatif tidak meningkat, yakni sebesar 1,12-1,21 juta ton, dengan tingkat produktivitas sebesar 16,02 ton ha-1. Namun, berbeda pada permintaan kentang nasional yang terus meningkat hingga 10-25% per tahun. Salah satu upaya meningkatkan produksi tanaman kentang adalah dengan pengembangan penanaman di dataran medium (350-750 mdpl) untuk mengurangi budidaya kentang di dataran tinggi (Hamdani, 2009). Di sisi lain, pemberian bahan organik dapat menambah unsur hara bagi tanaman termasuk Fosfor (P) yang merupakan hara makro anorganik yang dibutuhkan dalam proses pertumbuhan tanaman kentang (Sumarni et al., 2010). Oleh karena itu, ketersediaan pupuk organik diharapkan mampu membantu unsur hara anorganik khususnya P agar mudah tersedia dan terserap bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil kentang varietas DTO 28 yang optimal dengan pemberian dosis kompos dan pupuk fosfor di dataran medium. Hipotesis penelitian ini yaitu aplikasi dosis kompos mampu menurunkan penggunaan pupuk fosfor pada budidaya kentang varietas DTO 28 di dataran medium. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei - Agustus 2016, di Desa Klino, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dengan jenis tanah vertisol pada ketinggian 750 mdpl. Rata-rata suhu harian 21-27°C dengan kelembaban ratarata 80%. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat pengolah tanah yakni cangkul dan traktor rotari, gembor, alat ukur (penggaris dan meteran), timbangan analitik, pH meter, dan kamera digital. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah umbi bibit kentang varietas DTO 28, pupuk SP-36 (dosis sesuai perlakuan), ZA 430 kg ha-1 dan KCl 250 kg ha-1. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari dua faktor, faktor pertama: dosis pupuk fosfor yaitu (S1) 50 kg P2O5 ha-1, (S2) 100 kg P2O5 ha-1, (S3) 150 kg P2O5 ha-1 dan (S4) 200 kg P2O5 ha-1, faktor kedua: dosis kompos yaitu (B1) 10 ton ha-1 dan (B2) 20 ton ha-1, serta dilakukan pengulangan sebanyak 4 kali. Pengamatan yang dilakukan terdiri dari pengamatan pertumbuhan yaitu tinggi tanaman, jumlah batang, diameter batang, jumlah cabang, jumlah daun dan luas daun. Pengamatan komponen hasil yaitu jumlah umbi per tanaman, bobot umbi per tanaman, bobot umbi per petak, bobot umbi panen total ha-1, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, bobot basah akar, bobot kering akar, indeks panen, bobot umbi berdasarkan klasifikasi. Data pengamatan yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (uji F) taraf 5%, dan apabila terjadi pengaruh nyata diantara perlakuan maka dilanjutkan uji BNT dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara perlakuan dosis fosfor dan dosis kompos berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman (42, 56, 70 dan 84 hst), jumlah batang (56 hst), diameter batang (42 dan 56 hst), jumlah cabang (42, 56 dan 70 hst), jumlah daun (56 hst), luas daun (56 hst), jumlah umbi per tanaman, bobot umbi per tanaman, bobot umbi per petak, bobot umbi panen total, bobot segar tanaman dan bobot basah akar tanaman. Dengan pemberian dosis kompos 10 ton ha-1 , perlakuan dosis fosfor 50 kg P2O5 ha-1, 100 kg P2O5 ha-1 dan 200 kg P2O5 ha-1 menghasilkan bobot umbi panen total (ton ha-1) yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan 150 kg P2O5 ha-1. Sedangkan dengan pemberian dosis kompos 20 ton ha-1, perlakuan dosis fosfor 200 kg P2O5 ha-1 memperoleh bobot umbi panen total tertinggi dibandingkan perlakuan 50 kg P2O5 ha-1, 100 kg P2O5 ha-1 dan 150 kg P2O5 ha-1. Perlakuan dosis fosfor berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman (98 hst), jumlah batang (42, 70, 84 dan 98 hst), diameter batang (70, 84 dan 98 hst), jumlah daun (42 dan 70 hst) dan luas daun (28, 42, 70 dan 84 hst). Perlakuan dosis kompos berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman (98 hst), jumlah batang (42, 70, 84 dan 98 hst), diameter batang (70, 84 dan 98 hst), jumlah daun (42 dan 70 hst) dan luas daun (42 hst).

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2017/33/051701431
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Sugiantoro
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132122
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item