BKG

Setyaningsih, Nurul (2017) Paket Teknologi Budidaya Ubi Jalar (Ipomoea Batatas L.) Varietas Cilembu. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Tanaman ubi jalar (Ipomoea batatas L.) merupakan komoditas sumber karbohidrat utama, setelah padi, jagung, dan ubi kayu, dan mempunyai peranan penting dalam penyediaan bahan pangan, bahan baku industri maupun pakan ternak. Salah satu diantara berbagai varietas ubi jalar yang mempunyai nilai ekonomis tinggi adalah varietas Cilembu. Tingginya nilai ekonomis tersebut terletak pada rasa manis dari umbi tersebut jika dibandingkan dengan ubi jalar yang lain. Akan tetapi, ubi Cilembu juga merupakan salah satu varietas yang peka terhadap serangan hama Cylas formicarius. Sehubungan dengan permasalahan tersebut, komponen teknologi pilihan atau komponen teknologi alternatif yang dipilih dalam teknik budidaya tanaman ubi jalar harus memiliki pengaruh terhadap peningkatan produktivitas atau hasil panen serta pengaruhnya terhadap kualitas dari umbi ubi jalar, walaupun pengaruhnya tidak sebesar penerapan teknologi dasar atau utama. Salah satu pendekatan yang dilakukan adalah manajemen tanaman dengan melakukan paket teknologi budidaya tanaman ubi jalar yang meliputi pemupukan, pembalikan batang, penyiangan gulma, pengairan serta inovasi teknologi pengendalian hama C. formicarius dengan menggunakan cendawan entomopatogen Beauveria bassiana. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mempelajari paket teknologi budidaya ubi jalar (I. batatas L.) varietas Cilembu dan menentukan paket teknologi budidaya yang tepat pada pertumbuhan dan hasil tanaman ubi jalar (I. batatas L.) varietas Cilembu. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan April 2015 sampai dengan bulan September 2015 di Kebun Percobaan Kendalpayak Malang. Alat yang digunakan berupa cangkul, tugal, meteran, oven, timbangan analitik, kamera, dan LAM. Bahan yang digunakan ialah berupa stek pucuk tanaman ubi jalar varietas Cilembu dengan panjang 25 cm yang telah berumur 2 bulan dan cendawan entomopatogen B. bassiana. Pupuk yang digunakan ialah pupuk kandang kambing, pupuk N (berupa Urea: 45% N), pupuk P (berupa SP-36: 36% P2O5), dan pupuk K (berupa KCl: 60% K2O). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan menentukan paket teknologi sebagai perlakuan dan terdiri dari 8 macam, yaitu : 1) Pemberian pupuk organik + pembalikan batang + penyiangan gulma (P1), 2) Pemberian pupuk organik + pembalikan batang + penyiangan gulma + aplikasi cendawan B. bassiana dengan disemprotkan pada umur 2 MST ( P2), 3) Pemberian pupuk organik + pembalikan batang + penyiangan gulma + aplikasi cendawan B. bassiana dengan disemprotkan pada umur 8 MST (P3), 4) Pemberian pupuk organik + pembalikan batang + penyiangan gulma + aplikasi cendawan B. bassiana dengan disemprotkan pada umur 12 MST (P4). 5) Pemberian pupuk anorganik + pembalikan batang + penyiangan gulma (P5). 6) Pemberian pupuk anorganik + pembalikan batang + penyiangan gulma + aplikasi cendawan B. bassiana dengan disemprotkan pada umur 2 MST (P6). 7) Pemberian pupuk anorganik + pembalikan batang + penyiangan gulma + aplikasi cendawan B. bassiana dengan disemprotkan pada umur 8 MST (P7). 8) Pemberian pupuk anorganik + pembalikan batang + penyiangan gulma + aplikasi cendawan B. bassiana dengan disemprotkan pada umur 12 MST (P8). Pengamatan pertumbuhan dilakukan secara non destruktif dengan mengamati 6 tanaman contoh pada setiap perlakuan yang dilakukan saat tanaman berumur 70 HST, 80 HST, dan 90 HST dengan variabel pengamatan panjang sulur dan jumlah daun. Sedangkan pengamatan destruktif dilakukan pada saat panen, dengan pengamatan komponen hasil dan perhitungan analisis pertumbuhan tanaman. Pengamatan komponen hasil meliputi: luas daun, bobot segar total tanaman, bobot kering total tanaman, jumlah umbi per tanaman, bobot umbi per tanaman, jumlah umbi ekonomis per tanaman, bobot umbi ekonomis per tanaman, hasil panen per kektar, hasil panen umbi ekonomis per hektar, presentase kerusakan umbi akibat serangan C. formicarius. Pengamatan analisis pertumbuhan yaitu Indeks Pembagian (IP). Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji F taraf α = 0,05 untuk mengetahui terdapat tidaknya pengaruh nyata dari perlakuan, jika terdapat pengaruh nyata dari perlakuan maka dilanjutkan dengan uji antar perlakuan dengan menggunakan BNJ taraf p=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paket teknologi berpengaruh nyata pada parameter pertumbuhan yaitu panjang sulur dan jumlah daun serta berpengaruh nyata pada seluruh komponen hasil, akan tetapi tidak berpengaruh nyata pada komponen analisis pertumbuhan yaitu Indeks Pembagian (IP). Pengamatan pertumbuhan maupun pengamatan panen, umumnya hasil paling tinggi didapatkan pada paket teknologi P7. Paket teknologi P7 adalah paket teknologi dengan pemberian pupuk anorganik dan aplikasi cendawan B. bassiana yang disemprotkan pada umur 8 MST. Jika dilihat dari presentase kerusakan yang diakibatkan oleh serangan C. formicarius, paket teknologi P3 dan P7 menghasilkan presentase kerusakan lebih rendah dan jika dilihat dari hasil perhitungan analisis usahatani, paket teknologi P7 menunjukkan R/C Ratio paling tinggi dengan nilai 1,89. Hal ini menunjukkan bahwa usahatani ubi jalar dikatakan efisien karena memiliki nilai rasio penerimaan atas biaya yang lebih dari satu (R/C Ratio > 1) atau setiap 1 unit biaya yang dikeluarkan menghasilkan kenaikan 1,89 sehingga kegiatan usahatani ubi jalar efisien atau layak dikembangkan, karena penerimaan lebih besar daripada pengeluaran.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2017/195/051703922
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Sugiantoro
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132104
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item