BKG

Sihombing, MartuaRahmawati (2017) Pengaruh Pemberian Biourin Kelinci Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Beberapa Varietas Selada (Lactuca Sativa L.). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Tanaman selada (Lactuca sativa L.) ialah sayuran daun yang banyak diminati masyarakat. Masakan asing seperti salad sering menggunakan selada untuk campuran.Begitu pula hamburger, hot dog,dan beberapa jenis makanan lainnya.Selada dikenal sebagai sumber mineral, pro-vitamin A, vitamin C dan serat. Kandungan gizi dalam 100 g selada antara lain kalori 15,00 kal, protein 1,20 g, lemak 0,2 g, karbohidrat 2,9 g, Ca 22,00 mg, P 25 mg, Fe 0,5 mg, vitamin A 540 SI, vitamin B 0,04 mg dan air 94,80 g. Pada umumnya selada di tanam di daerah dataran tinggi, sedang sampai rendah. Di dataran sedang (400-700) masih sedikit yang membudidayakan selada. Selama ini petani membudidayakan tanaman sayuran tidak terlepas dari penggunaan pupuk anorganik atau penggunaan bahan kimia. Indonesia mulai menerapkan sistem makanan sehat dengan mengurangi penggunaan pupuk anorganik dan mulai menggunakan pupuk organik. Solusi yang terbaik adalah menanam dengan sistem pertanian organik yaitu menanam dengan menggunakan bahan-bahan organik yang aman bagi lingkungan. Faktor pendukung penting dalam memenuhi kebutuhan unsur hara pada tanaman ialah penggunaan pupuk. Pupuk organik yang berasal dari kotoran ternak sangat bermacam-macam, salah satunya adalah urin kelinci. Urin kelinci digunakan sebagai pupuk cair karena memiliki kandungan hara yang sangat tinggi untuk membantu dalam pertumbuhan tanaman. Satu ekor kelinci yang berusia dua bulan lebih, atau yang beratnya sudah mencapai 1 Kg akan menghasilkan 28,0 g kotoran lunak per hari dan mengandung 3 g protein serta 0,35 g nitrogen dari bakteri atau setara 1,3 g protein. Di dalam kandungan pupuk tersebut terdapat kandungan 2,20% Nitrogen, 87% Fosfor, 2,30% Potassium, 36% Sulfur, 1,26% Kalsium, 40% Magnesium. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang dengan ketinggian tempat 677 mdpl di atas permukaan laut dengan menggunakan rancangan percobaan faktorial yang dirancang dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang meliputi 2 faktor yaitu faktor 1= varietas, varietas yang digunakan adalah varietas selada hijau keriting (lokal), Grand Rapid dan Georgia. Sedangkan faktor 2= pemberian biourin kelinci 0 ml tanˉ¹ (kontrol), 15 ml tanˉ¹, 30 ml tanˉ¹ dan 45 ml tanˉ¹. Pada rancangan tersebut didapat 12 perlakuan kombinasi. Perlakuan kombinasi tersebut diulang sebanyak 3 kali, sehingga diperoleh 36 satuan kombinasi perlakuan. Data pengamatan yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (uji F) pada taraf 5%. Bila hasil pengujian diperoleh perbedaan yang nyata antar perlakuan maka dilanjutkan dengan uji perbandingan antar perlakuan dengan menggunakan Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Pada penelitian ini terjadi interaksi pada pengamatan pertumbuhan tanaman yaitu jumlah daun pada umur pengamatan 28 HST; luas daun pada umur pengamatan 14 HST, 28 HST, 42 HST dan 49 HST (panen); bobot basah total per ii tanaman pada umur pengamatan 14 HST, 28 HST dan 42 HST dan pada pengamatan panen terjadi interaksi pada pengamatan bobot segar konsumsi per tanaman. Dari ketiga varietas tersebut, varietas yang sangat cocok dan memiliki nilai pertumbuhan yang paling tinggi yaitu pada varietas grand rapid. Pada perlakuan dosis biourin memberikan nilai yang paling tinggi pada pemberian dosis biourin 45 ml tan-1.

English Abstract

Salad crops (Lactuca sativa L.) is vegetables leaves much interested community. Foreign cuisine such as salad often use e.g. lettuce for a mixture of.So hamburger, hot junk,and some other food types. Salad known as a source of minerals, pro-vitamin A, vitamin C and fiber. Nutrition in 100 g salad among other calories 15,00 shallow, protein 1.20 g, Fat 0.2 g, carbohydrates 2.9 g, Ca 22,00 mg, P 25 mg, Fe 0.5 mg, vitamin A 540 SI, vitamin B 0.04 mg and water 94,80 g. In general e.g. lettuce cultivated in the highlands, is to low. In the plains are (400-700) still little cultivating salad. During this farmers cultivating crops vegetables not escape from the use of inorganic fertilizer or chemical use. Indonesia started to implement healthy food system to reduce the use of inorganic fertilizer and start using organic fertilizer. The best solution is the plant with organic farming system plant with the use of organic materials are safe for the environment. Supporting factor is important in meeting the needs of hara element in plants is the use of fertilizer. Organic fertilizer from manure very various, one of them is the urine is rabbits. The urine is rabbits used as liquid fertilizer because it has a very high hara content to help in the growth of plants. One tail rabbits aged more than two months, or weight is already reached 1 Kg will produce 28,0 g dirt software per day and contains 3 g protein and 0.35 g nitrogen from bacteria or equivalent 1.3 g proteins. In the womb of the fertilizer there are the womb 2.20 hkd percent nitrogen, 87 percent phosphorus, 2.30 percent Potassium, 36 percent Sulfur, 1.26 percent calcium, 40% magnesium. This research is carried out in the land of the Agriculture faculty of Brawijaya University, Kelurahan Jatimulyo Lowokwaru Sub-district, Malang city with the 677 mdpl height above sea level using integral factorial experiment design that are designed with Random Design (Group) RAK integral factorial which covers 2 factors namely factors 1= varieties, varieties used are varieties of e.g. lettuce green curly (local), Grand Rapid and Georgia. While the factors 2= gift biourin rabbits 0 ml tanˉ¹ (Control), 15 ml tanˉ¹, 30 ml tanˉ¹ and 45 ml tanˉ¹. On the draft was acquired 12 combination treatment. The combination treatment is repeated as much as 3 times that obtained 36 units of a combination treatment. The observation data obtained were analyzed using the analysis of the various test ( F) on equal to 5%. When the test result obtained the real differences between the treatment then continued with test comparison between treatment by using the smallest Real Difference (BNT) on equal to 5%. This research on other interaction on observation plant growth which is the number of the leaves at the age of 28 HST observation; wide leaves at the age of observation HST HST 14, 28, 42 and 49 HST HST (harvest); and the weight of the wet total per plant at the age of 14 HST observation, 28 and 42 HST HST and on observation harvest occurs on the interaction observation fresh weight per consumption of plants. From the three varieties, varieties which are very suitable iv and have the value of the growth of the most high on the varieties grand rapid. On the treatment dosage biourin provides the most value on high dose biourin 45 ml tan-1.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2017/192/051703739
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Kustati
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132101
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item