BKG

AnandaSaputra, Ryan (2016) Respon Dua Varietas Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) pada Frekuensi Penyiangan Gulma. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Ubi jalar (Ipomoea batatas L.) ialah tanaman umbi-umbian yang dimanfaatkan umbinya. Ubi jalar termasuk dalam tanaman semusim dengan masa tumbuh 4-6 bulan. Ubi jalar merupakan salah satu tanaman penghasil karbohidrat dan sebagai bahan pangan penting bagi petani di sekitar 100 negara didaerah tropis dan sub tropis (Suparno dan Santoso 2003). Tanaman ubi jalar memiliki potensi untuk menjadi bahan diversifikasi pangan. Produktivitas tanaman ubi jalar bisa mencapai sekitar 15-20 ton/ha (Zuraida dan Supriati,2006). Hal ini dapat menjadi dasar untuk mengembangkan potensi dari tanaman ubi jalar sebagai bahan diversifikasi pangan. Gulma merupakan tumbuhan liar yang tumbuh tidak dikehendaki dalam suatu kegiatan budidaya. Karena dengan adanya gulma akan terjadi persaingan antara tanaman dengan gulma itu sendiri dan dapat menyebabkan penurunan produksi yang nyata. Penelitian ini dilaksanakan selama 4 bulan yaitu bulan Mei-September 2016 pada lahan sawah di UPT Benih Singosari, Malang. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah cangkul, sabit, gembor, penggaris, meteran, timbangan analitik, kertas label, knapsack sprayer, oven, alat tulis, LAM dan kamera digital. Bahan yang digunakan ialah bibit tanaman ubi jalar varietas Antin-1 dan Beta-1, pupuk kandang dengan dosis 10 ton ha-1, pupuk Urea, Sp-36 dan KCl dengan takaran Urea 200 kg ha-1, SP36 100 kg ha-1, dan KCl 100 kg ha-1. Penelitian ini disusun dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang diulang 3 kali kombinasi 2 perlakuan pada penelitian ini yaitu jenis varietas (V) yang terdiri atas 2 taraf yaitu varietas Antin-1 (V1) dan varietas Beta-1 (V2) serta perlakuan penyiangan (G) yang terdiri atas 5 taraf yaitu, tanpa penyiangan (G0), penyiangan 14 HST (G1), penyiangan 14 dan 28 HST (G2), penyiangan 14, 28, dan 42 HST (G3) dan penyiangan 14, 28, 42, dan 56 HST (G4). Parameter pengamatan pada penelitian ini yaitu pengamatan SDR gulma, bobot kering gulma, panjang tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, luas daun, Bobot segar tanaman, Bobot kering tanaman, jumlah umbi segar per tanaman, bobot segar umbi ubi jalar (ton ha-1), bobot kering umbi ubi jalar (ton ha-1), bobot segar total tanaman (g per tanaman) dan bobot kering total tanaman (g per tanaman). Data yang diperoleh dari hasil pengamatan akan dianalisis dengan menggunakan sidik ragam atau uji F pada taraf 5 % untuk mengetahui interaksi di antara perlakuan apabila terdapat pengaruh nyata maka akan dilanjutkan dengan uji BNT taraf 5%. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa Penyiangan 3 kali dan 4 kali pada kedua varietas memberikan respon yang sama terhadapa hasil produksi umbi ubi jalar. Sedangkan penyiangan dengan frekuensi 3 kali (V1G3) nyata meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman ubi jalar pada kedua varietas. Hasil produksi tanaman ubi jalar varietas antin-1 pada frekuensi penyiangan 3 kali (V1G3) yaitu 24,89 ton ha-1. Varietas Beta-1 hasil produksi tanaman ubi jalar pada frekuensi penyiangan 3 kali (V1G3) yaitu 25,16 ton ha-1.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2017/19/051701417
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Sugiantoro
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132098
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item