BKG

Suhardianto, (2017) Pembentukan Polong Dan Pertumbuhan Tanaman Dengan Peningkatan Penyediaan Air Dan Nitrogen Pada Kedelai (Glycine Max (L.) Merr.). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kedelai adalah tanaman polong yang menjadi bahan dasar industri pangan maupun non-pangan. Kedelai termasuk komoditas tanaman utama penghasil protein nabati bagi sebagian besar penduduk Indonesia, akan tetapi ketersediaan kedelai di Indonesia masih belum mencukupi untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri. Produksi kedelai Indonesia pada tahun 2015 mengalami peningkatan sebesar 0,85% dari tahun sebelumnya, tetapi masih dibawah 1 juta ton (BPS, 2015), sedangkan kebutuhan kedelai nasional sekitar 2,5 juta ton tahun per tahun (BPS, 2015). Masih banyak kendala dalam budidaya tanaman kedelai, salah satunya ialah penanaman kedelai yang dilakukan setelah tanaman padi (pola tanam padi-kedelai), akhirnya penanaman kedelai umumnya memasuki musim kemarau (Sumarno, 2011). Permanasari dan Sulistyaningsih (2013) menyatakan, bahwa penanaman yang tidak sesuai dengan musimnya akan mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman karena akan ditemui beberapa kendala diantaranya ketersediaan air tidak sesuai kebutuhan optimal tanaman. Unsur nitrogen (N) adalah hara yang dibutuhkan tanaman karena menjadi komponen utama asam amino dalam pembentukan protein. Tanaman menyerap nitrogen dalam bentuk NO3- dan NH4+. Ketersediaan nitrogen untuk tanaman juga ditentukan oleh air sebagai media terserapnya. Air berperan penting dalam penyerapan unsur hara nitrogen dalam media perakaran. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan juli 2016. Lokasi penelitian berada di rumah kaca, kebun percobaan (Agrotechno park) Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang pada koordinat lokasi 8° 735.10” LS dan 112°3149.61" BT dengan elevasi 300 mdpl. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Petak Terbagi (Split Plot) dengan 3 kali ulangan, dengan petak utama adalah frekuensi pemberian (hingga jenuh), terdiri dari 4 tingkat sebagai berikut; Pemberian air sehari sekali sampai 80 hst (A1), Pemberian air (2 hari sekali) 30-80 hst (A2 Pemberian air (3 hari sekali) 30-80 hst (A3) dan Pemberian air (4 hari sekali) 30-80 hst (A4). Sedangkan untuk anak petak adalah dosis pemberian pupuk N dalam bentuk urea, terdiri dari 3 taraf sebagai berikut; Pemberian pupuk urea 50 kg urea ha-1 (N1), Pemberian pupuk urea 75 kg urea ha-1 (N2), Pemberian pupuk urea 100 kg urea ha-1 (N3). Pengamatan meliputi parameter pertumbuhan, parameter hasil dan analisis pertumbuhan tanaman. Parameter pertumbuhan meliputi tinggi tanaman, luas daun, bobot kering daun, waktu berbunga, bobot segar total, bobot kering total, bobot segar akar, bobot kering akar, dan kandungan nitrogen daun tanaman, sedangkan parameter hasil meliputi jumlah polong per tanaman, dan bobot biji per tanaman. Analisis pertumbuhan tanaman meliputi Laju Pertumbuhan Relatif (LPR) dan Indeks Panen (IP). Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan uji F dengan taraf 5% untuk mengetahui pengaruh yang ditimbulkan masing-masing perlakuan serta interaksi dari keduanya. Apabila terdapat beda nyata dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan taraf 5%. Pertumbuhan tanaman menunjukkan terjadi penurunan tinggi tanaman, luas daun, jumlah daun, bobot kering daun, bobot segar total, bobot kering total, bobot segar akar dan bobot kering akar jika pemberian air berkurang. Hal ini juga berdampak terhadap jumlah polong per tanaman, jumlah biji per tanaman dan bobot biji per tanaman yang juga menurun. Pemberian tiga dosis pupuk N dalam bentuk urea tidak menunjukkan pengaruh nyata terhadap parameter pertumbuhan dan hasil. Namun Interaksi terjadi antara frekuensi pemberian air dengan dosis pemberian pupuk urea pada bobot segar dan bobot kering akar pada 55 hari setelah tanam.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2017/150/051703057
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Sugiantoro
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132059
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item