BKG

RizkyYudaPratama, Ahmad (2017) Pengaruh Komposisi Media Dan Jumlah Air Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Seledri (Apium Graveolens L.). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi, menuntut pemenuhan penyediaan makanan dan perluasan daerah pemukiman. Peningkatan konversi lahan menyebabkan masyarakat melakukan alternatif dalam pemenuhan kebutuhan pangan di lahan yang sempit yaitu dengan pemanfaatan pekarangan dengan menggunakan polibag. Tanaman yang umumnya ditanam pada pekarangan adalah tanaman pangan yang mudah perawatan dengan umur tanam yang relatif singkat. Seledri merupakan salah satu tanaman dengan perawatan yang cukup mudah dengan umur yang singkat. Dalam bercocok tanam di pekarangan, ketersediaan air dalam hal perawatan tanaman juga merupakan suatu kendala pada beberapa daerah tertentu, terutama pada daerah dataran tinggi. Seledri merupakan tanaman semusim yang memiliki sistem perakaran yang pendek. Kebutuhan air seledri merupakan tanaman yang sensitif akan kondisi yang jenuh air dan kurang air, dimana tanaman seledri tidak dapat tumbuh optimal dengan pemberian air yang berlebih (Anonymous, 2013). Untuk mengatasi jumlah air, maka dibutuhkan media tanam yang memiliki kemampuan untuk mengikat dan menyimpan air. Komposisi media tanam tanah dengan kokopit merupakan komposisi yang baik untuk mendukung pertumbuhan tanaman pada kondisi kurang air, mengingat tanah memiliki kemampuan menyimpan air yang tinggi dan kokopit memiliki tingkat aerasi yang tinggi. Penelitian dilaksanakan di Greenhouse Kebun Percobaan Cangar Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Desa Sumberbrantas, Dusun Jurang Kuali, Kec. Bumiaji, Batu. Penelitian dilaksanakan pada bulan 9 November 2015 sampai 26 Januari 2016. Percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 2 faktor. Faktor 1 adalah komposisi media tanam berdasarkan volume pada polibag, yaitu: M1 = Tanah (1:0); M2 = Tanah dan kokopit (1:1); M3 = Kokopit (0:1). Faktor kedua adalah jumlah pemberian air pada tanaman dengan tiga taraf percobaan, yaitu: C0 = 100% kapasitas lapang; C1 = 75% kapasitas lapang; C2 = 50% kapasitas lapang. Pengamatan yang dilakukan adalah pengamatan pertumbuhan meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah anakan, jumlah daun. Sedangkan untuk pengamatan hasil yang dilakukan setelah panen meliputi panjang akar (cm), bobot segar total tanaman, bobot segar akar, dan bobot kering akar. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji F pada tingkat kesalahan 5%, jika terdapat pegaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada tingkat kesalahan 5% Hasil penelitian menunjukkan bahaw komposisi media tanam dan jumlah air berpengaruh pada tinggi tanaman seledri (umur 36 dan 43 HST), jumlah daun tanaman seledri (umur 36 HST), total bobot panen konsumtif, dan bobot segar akar tanaman seledri. Perbandingan media tanam tanah dan kokopit (1:1) dengan jumlah air pada 75% kapasitas lapang menghasilkan respon terbaik pada pertumbuhan dan hasil tanaman seledri. Perlakuan komposisi media menunjukkan adanya pengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman seledri ada pada parameter tinggi tanaman (umur 29 dan 50 HST), jumlah daun (umur 43 dan 50 HST), jumlah anakan (umur 12 dan 36 HST), bobot panen konsumtif dan bobot kering akar. Perlakuan jumlah air yang menunjukkan adanya pengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman seledri terdapat pada jumlah daun (umur 43 dan 50 HST) dan bobot panen konsumtif (umur 81 HST)

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2017/144/051703019
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Sugiantoro
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132053
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item