BKG

Marzuki, (2017) Pengaruh Susulan dari Aplikasi Jenis Bahan Organik pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung (Zea mays L.). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Jagung (Zea mays L) merupakan tanaman yang bermanfaat untuk berbagai kebutuhan. Tanaman yang menghasilkan karbohidrat sebagai pengganti kebutuhan beras. Peningkatan produksi dari tahun 2014 hingga 2015 meningkat sebesar 3,18%. Akan tetapi kebijakan impor jagung tetap dilakukan. Peningkatan produksi harus diimbangi dengan perbaikan kualitas tanah terutama kesuburan tanah melalui pemberian bahan organik. Namun permasalahan utama adalah pengelolaan bahan organik tanah, ketersediaan bahan organik di Indonesia hanya 1%, sementara kandungan bahan organik optimal bagi tanaman 3-5% (Adiningsih, 2005). Pelapukan bahan organik berjalan sangat cepat sehingga harus diberikan secara terus-menerus dan dalam dosis tinggi setiap musim tanam. Tambahan pula, tidak semua bahan organik mampu secara langsung mempengaruhi kesuburan tanah, karena terkadang pengaruh bahan organik terlihat dalam jangka waktu yang lama. Sehingga, muncul perbedaan pengaruh pemberian bahan organik pada musim tanam pertama dibandingkan pengaruh susulan pada musim tanam kedua. Penelitian dilaksanakan di Agro Techno Park, Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang pada bulan Oktober 2016 hingga Januari 2017. Alat yang digunakan ialah penggaris, timbangan analitik, meteran, oven, cangkul, gembor, tugal, Leaf Area Meter (LAM). Bahan yang digunakan ialah benih jagung varietas Pioneer 21, pupuk anorganik dan pestisida. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 8 perlakuan pengaruh susulan berbagai bahan organik yaitu B0 : tanpa penambahan bahan organik, B1 : pupuk kandang kambing 10 t ha-1, B2 : pupuk kandang kambing 20 t ha-1, B3: pupuk hijau gamal 10 t ha-1, B4 : pupuk hijau gamal 20 t ha-1, B5 : biochar pupuk kandang kambing 10 t ha-1,B6 : biochar gamal 10 t ha-1, B7 : biochar campuran pupuk kandang kambing dan gamal 10 t ha-1 dengan 4 kali ulangan. Pengamatan dilakukan pada 15 HST, 30 HST, 45 HST, 60 HST dan 75 HST meliputi tinggi tanaman dan jumlah daun, pengamatan destruktif meliputi luas daun dan bobot kering total tanaman. Komponen panen pada ±101 HST meliputi diameter tongkol tanpa klobot, panjang tongkol tanpa klobot, bobot segar tongkol tanpa klobot, bobot segar tongkol tanpa klobot, bobot kering tongkol tanpa klobot, bobot kering biji per tanaman, bobot 100 biji, bobot kering biji per hektar (t ha-1) dan Indeks Panen. Analisis pertumbuhan tanaman meliputi Indeks Luas Daun dan Laju Pertumbuhan Tanaman. Apabila hasil uji diperoleh pengaruh perlakuan yang nyata maka dilanjutkan dengan uji BNJ pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan biochar campuran pupuk kandang kambing dan daun gamal 10 t ha-1 mampu meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman, bobot kering total tanaman umur 30 HST dan laju pertumbuhan tanaman umur 15-30 HST, perlakuan pupuk kandang kambing 20 t ha-1 memberikan pengaruh positif terhadap tinggi tanaman, bobot kering total tanaman umur 45 HST, 60 HST dan laju pertumbuhan tanaman umur 45-60 HST, serta komponen hasil yaitu bobot segar tongkol tanpa klobot, bobot kering biji per tanaman dan bobot kering biji per hektar.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2017/140/051702999
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Sugiantoro
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132050
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item