BKG

Budi Setiyo Utomo, Amanu (2017) Etnobotani Edelweis (Anaphalis spp.) di Desa Ngadas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru merupakan salah satu taman nasional yang menyimpan plasma nutfah khas salah satunya yaitu Edelweis (Anaphalis spp.), selain manfaat ekologi Edelweis juga memiliki manfaat akan keberlangsungan budaya Tengger. Masyarakat Tengger adalah kelompok masyarakat yang bertempat tinggal di dataran tinggi Tengger atau Desa Enclave Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan juga Desa-desa sekitar Taman Nasional. Masyarakat Tengger memiliki budaya mengenai pemanfaatan Edelweis sebagai salah satu tumbuhan wajib dalam sesaji untuk ritual adat. Edelweis merupakan tumbuhan yang dikategorikan in theatened atau terancam sebagai tumbuhan langka. Pemanfaatan Edelweis dapat mempengaruhi populasi hidup di habitat aslinya. Pelestarian dan konservasi telah dilakukan TNBTS sebagai upaya menjaga dari kepunahan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2016. Di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Propinsi Jawa Timur. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat tulis, pita meteran/roll, kamera digital, GPS, termohigrometer, kompas, altimeter, dan kuisioner. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Edelweis (Anaphalis spp.) dan peta wilayah kerja Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Metode penelitian ini secara garis besar terdiri dari pengumpulan data primer dan pengumpulan data sekunder. Data primer berupa wawancara untuk pemanfaatan Edelweis (Anaphalis spp.) oleh masyarakat Desa Ngadas dan pengamatan lapang di hutan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru sekitar Desa Ngadas, dan data sekunder sebagai penunjang hasil penelitian yang meliputi data keadaan masyarakat tengger Ds. Ngadas, topografi,iklim dan data flora Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Dari hasil pengamatan Pada wilayah desa Ngadas dapat di temukan 2 spesies Edelweis dari 4 wilayah pengamatan yaitu Anaphalis javanica dan Anaphalis longifolia. Dari kedua spesies ini A.longifolia merupakan spesies yang mendominasi di wilayah sekitar desa Ngadas. Tidak ditemukan spesies Anaphalis viscida dikarenakan pengamatan hanya pada ketinggian kurang dari 2300 Mdpl. Peran edelweis sangatlah penting dalam budaya Tengger, bunga edelweis yang dinamai tana layu atau tidak pernah layu memiliki banyak makna dalam setiap upacara adat yang di laksanakan. Kondisi populasi edelweis pada wilayah hutan taman nasional yang berbatasan langsung dengan warga Desa Ngadas masih cukup rapat dan dapat di temukan pada wilayah barat dan utara Desa Ngadas. Adanya tindakan konservasi dari pihak taman nasional dan juga kearifan lokal yang konservatif dari masyarakat Tengger Desa Ngadas dapat menjaga kelestarian edelweis, selain itu juga turut menjaga keberlangsungan budaya Tengger.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2017/139/051702942
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Sugiantoro
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132048
Text
Amanu Budi Setiyo Utomo.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item