BKG

NoorArifRakhman, Mukhammad (2017) Pengaruh Jenis Amelioran Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Dua Varietas Tanaman Jagung (Zea Mays L.) Pada Tanah Salin. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Tanah salin merupakan salah satu kondisi tanah dengan jumlah kadar garam mudah larut tinggi di dalam tanah. Nilai salinitas yang tinggi menunjukkan adanya pengaruh dari keberadaan kadar garam (Na) yang tinggi pula, dimana nilai EC (Electrical Conductivity) juga meningkat. Kandungan Na+ dan Cl- yang berlimpah menyebabkan ketidakseimbangan ion dalam jaringan tanaman sehingga aktivitas metabolisme suatu tanaman terganggu. Konsentrasi Na+ dan Cl- pada kondisi salin melebihi batas kebutuhan tanaman dan justru menyebabkan toksisitas bagi tanaman yang kurang toleran. Upaya mengatasi permasalahan salinitas dapat dilakukan dengan memanfaatkan komoditas tanaman toleran seperti jagung dan pemanfaatan bahan pembenah tanah (amelioran). Tujuan dari penelitian yang dilakukan untuk mempelajari pengaruh pemanfaatan macam amelioran terhadap pertumbuhan dan hasil dua varietas jagung pada tanah salin. Penelitian dilaksanakan bulan Mei sampai Oktober 2016 pada lahan salin dengan nilai EC ±4.24 mS di Desa Sidomukti, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan pada letak geografis antara 06° 53’ 30,81” - 7° 23’ 6” Lintang Selatan dan 112° 17’ 01,22” - 112° 33’12” Bujur Timur dengan ketinggian tempat 25-120 m dpl. Jenis tanah berupa Grumosol dengan nilai pH 8,6, C-organik 2,12%, unsur N 0,2%, P 13 ppm, K 3,79 me.100g-1, Na 5,93 me.100g-1, Ca 42,25 me.100g-1 dan Mg 11,95 me.100g-1. Penelitian yang dilakukan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (split plot design) dengan petak utama berupa penggunaan varietas jagung toleran salinitas (varietas Pioneer 21 dan varietas Bisma). Anak petak berupa jenis amelioran (pupuk kandang sapi 20 ton ha-1, gipsum 5 ton ha-1, Crotalaria juncea 20 ton ha-1, dan jerami padi 5 ton ha-1. Jumlah perlakuan sebanyak 10 yang diulang tiga kali sehingga terdapat 30 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya respon yang berbeda pada varietas Pioneer 21 dengan Bisma akibat penggunaan macam amelioran. Pada pertumbuhan jagung varietas Pioneer 21 penggunaan gipsum meningkatkan respon terhadap laju pertumbuhan tanaman sebesar 30,82% dan indeks luas daun sebesar 66,66% dibandingkan dengan kontrol. Rata-rata panjang tanaman meningkat sebesar 22,70% dan rata-rata jumlah daun meningkat sebesar 60,55% dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Aplikasi pupuk kandang sapi pada varietas Bisma meningkatkan respon terhadap laju pertumbuhan tanaman sebesar 28,21% dan indeks luas daun 39,24% dibandingkan dengan kontrol. Rata-rata jumlah daun meningkat sebesar 33,33% dibandingkan dengan tanaman kontrol. Rata-rata hasil pipilan kering per tongkol akibat aplikasi gipsum meningkat sebanyak 57,26% untuk varietas Pioneer 21 dan 58,93% untuk varietas Bisma. Aplikasi gipsum meningkatkan rata-rata kandungan N total sebesar 14,57%, kandungan P sebesar 11,43% dan kandungan K sebesar 40% dibandingkan dengan kontrol. Aplikasi pupuk kandang sapi meningkatkan rata-rata kandungan N total sebesar 16,93%, kandungan P sebesar 27,27% dan kandungan K sebesar 37,98% dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Rata-rata kandungan Na pada aplikasi gipsum menurun sebanyak 14,05% dan sebanyak 4,72% pada aplikasi pupuk kandang sapi dibandingkan dengan perlakuan tanpa amelioran. Rata-rata kadar prolin yang dihasilkan tanaman akibat aplikasi gipsum sebesar 17,57% dan pupuk kandang sapi sebesar 20,05% lebih kecil dibandingkan tanpa amelioran.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2017/137/051702901
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Sugiantoro
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132046
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item