BKG

Syaputra, FibriDedy (2017) Eksplorasi dan Karakterisasi Morfologi Tanaman Anggrek Alam (Orchidaceae) di Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Anggrek merupakan tanaman hias yang banyak digemari oleh masyarakat, karena memilki banyak jenis dan tampilan yang menarik. Tanaman anggrek tersebar di seluruh wilayah Indonesia sehingga memiliki karakteristik yang spesifik lokasi hidupnya. Konservasi anggrek alam telah dilakukan oleh Pondok Anggrek Puspa Jagad yang terletak di desa Semen kecamatan Gandusari kabupaten Blitar. Koleksi anggrek yang teridentifikasi sebanyak 14 genus anggrek alam. Maka dilakukan kegiatan eksplorasi terhadap jenis-jenis anggrek yang tumbuh pada wilayah lereng gunung kelud Kecamatan Gandusari untuk meningkatkan hasil kekayaan plasma nutfah tanaman anggrek. Karakterisasi merupakan kegiatan menyusun deskripsi baik secara kualitatif maupun kuantitatif pada karakter-karakter morfologi seperti akar, batang, dan daun. Penelitian dilaksanakan di lereng gunung Kelud, kecamatan Gandusari kabupaten Blitar. Tujuan dari penelitian ini mempelajari keragaman dan kekerabatan anggrek alam berdasarkan karakteristik morfologinya. Penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga September 2016. Metode penelitian menggunakan metode eksplorasi dan observasi. Observasi tanaman anggrek pada berdasarkan Panduan Karakterisasi Tanaman Hias Anggrek dan Arthurium Departemen Pertanian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Komisi Nasional Plasma Nutfah 2004. Analisis data dilakukan dengan mencocokan karakter morfologi tanaman berupa karakter vegetatif, karakter generatif, karakter kuantitatif, kemudian data disajikan dalam tabel dan dilengkapi dengan gambar. Hubungan kekerabatan setiap genus anggrek dihitung dengan menentukan jarak genetik dengan program SPSS 15.0 dengan menggunkan Hierarchi Cluster Metode linkage. Berdasarkan hasil eksplorasi dan karakterisasi terhadap 14 genus anggrek alam antara lain Bulbaphyllum, Dendrobium Epipendrum, Vanda, Dorithis, Oncidium, Rhyncostilis, Eria, Phalaenopsis, Cymbidium, Coleogyne, Spathogotis, Aerides, dan Appendiculla. Wilayah Slumbung merupakan wilayah yang paling banyak ditemukan anggrek dengan 3 spesies, sedangkan wilayah Patok wesi dan Bagoran masing-masing ditemukan 1 spesies. Hasil pemotongan dendogram pada analisis klaster menggunakan SPSS 15 terbagi menjadi 4 kelompok. Kelompok 1 terdiri 1 spesies, kelompok 2 dengan 3 spesies, kelompok 3 dengan 3 spesies, dan kelompok 4 dengan 1spesies. Kekerabatan tertinggi antara Dendrobium clotulea dengan Dendrobium secundum dengan tingkat kemiripan sebesar 88,548 %, dan kekerabatan terendah antara Dendrobium aggregatum dengan Dendrobium aphylum dengan tingkat kemiripan sebesar 65,511 %.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2017/132/051702756
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132040
Text
Fibri Dedy Syaputra.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item